Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Lahan Pekarangan Untuk Budidaya Sayuran Dengan Sistem Hidroponik Sederhana Yudhi Achnopha
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.237 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4057

Abstract

Rendahnya pengetahuan petani dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian seperti budidaya tanaman sayuran merupakan masalah yang dihadapi oleh petani di Desa Sei. Beras. Hal ini disebabkan karena lahannya merupakan lahan gambut yang mengalami banjir ketika musim hujan termasuk lahan pekarangan. Petani setempat belum mengetahui teknologi yang tepat yang dapat dilakukan untuk pemanfaatan kawasan pekarangan. Di samping itu, mahalnya harga pupuk kimia di pasaran menjadi alasan lain petani tidak memanfaatkan lahan pekarangan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan merupakan bentuk penyaluran pengetahuan dosen Pertanian dari Universitas Jambi dalam rangka meningkatkan keterampilan dari peserta untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan bahan yang mudah diperoleh. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 12 orang peserta yang terdiri dari ketua kelompok tani dan anggota kelompok tani. Peserta sangat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan baik dalam sesi diskusi maupun praktek. Dengan memanfaatkan limbah pertanian ramah lingkungan, peserta diberikan pengetahuan dalam membuat sistem hidroponik sederhana yang terdiri atas nutrisi dan media yang digunakan. Setiap peserta diminta untuk memberikan informasi terkait jumlah produksi dari sayuran yang ditanam pada hidroponik setelah kegiatan dilakukan. Kegiatan ini dinilai berhasil, salah satunya dibuktikan dengan adanya  dukungan desa, dimana peserta yang mengikuti kegiatan ini diminta untuk melatih  KWT-KWT (kelompok Wanita Tani) yang ada di Desa Sei. Beras serta menjadi desa “Swasembada Sayur”. 
Analisis Kemantapan Agregat Ultisol Pada Beberapa Tingkat Kemiringan Lereng Dan Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) yang Berbeda Andreas Damanik; Refliaty Refliaty; Yudhi Achnopha
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/agroecotania.v4i2.20440

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kemantapan agregat yang memiliki tingkatt kemiringan lereng dan umur tanaman kelapa sawit yang berbeda di PT Mekar Agro Sawit Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan dengan metode survei deskriptif dan eksploratif dan pengambilan sampel tanah dengan metode purposive sampling (sesuai tujuan). Pengambilan sampel tanah ditentukan berdasarkan satuan lahan homogen (SLH). Jumlah titik pengamatan ditentukan secara proporsional berdasarkan luas pengamatan. Satu titik pengambilan sampel tanah mewakili luas lahan ± 25 ha. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Pengambilan sampel tanah berdasarkan kemiringan lereng 0-8%, 8-15%, 15-25%, >25% dan umur tanaman 8 tahun, 5 Tahun, 3 Tahun dan 1 tahun. Kondisi Tanah di lokasi penelitian terdiri tergenang dan bebas tergenang. Tingkat Kemantapan agregat lokasi penelitian tergolong sedang seluas 207,35 ha, dan agregat tanah yang kurang mantap 322,79 ha. Perbedaan tingkatan kemantapan agregat Ultisol pada berbagai tingkat kelerengan dipengaruhi kandungan bahan organik tanah dan kandungan liat tanah yang mempengaruhi pembentukan struktur tanah, nilai BV dan TRP. Aktivitas pengelolaan lahan pada berbagai tingkat umur tanaman Kelapa Sawit menyebabkan nilai kemantapan agregat Ultisol kurang mantap
Budidaya Paper ningrum L. Dalam Rangka Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Gambut di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi Yudhi Achnopha
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i3.6922

Abstract

The distribution of peat land in Jambi Province is an opportunity for the peat community to be able to take advantage of it by planting plants that have a high selling value. This community service activity aims to improve the economy of the peat community through the transfer of knowledge in the form of proper seeding techniques and planting pepper on peat land planted on jelutung as stem stands. This community service activity uses an approach method to participants who are farmers or a combination of farmer groups who own land. This activity began with lectures and presentations on peatland issues and how to manage them, pepper seeding techniques, and planting and maintenance techniques in the field. The results of this community service activity have a positive impact on the life of the peat community in terms of the economy, where apart from farmers selling seeds at a price of Rp. 10,000, -/polybag, also farmers get big profits, reaching Rp. 3.800.000,-/plant/kg dry weight. The results of the activity also made a positive contribution where participants who had already received knowledge transfers could pass on their knowledge to other farmers in Mendahara District, Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province.