Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STARTIFIKASI VEGETASI DAN DINAMIKA POHON BERDASARKAN KOMPOSISI VERTIKAL DAN HORIZONTAL DI PEGUNUNGAN SAWANG BA’U KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Reza Rahmita; Muzakkir Muzakkir
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.334 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2634

Abstract

Sawang Ba’u merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan. Aceh Selatan adalah kabupaten yang umumnya memiliki daerah perbukitan dan pegunungan. Gunung adalah suatu bentuk permukaan tanah yang letaknya lebih tinggi dari pada tanah-tanah di daerah sekitarnya. Gunung yang terdapat di desa Sawang Ba’u merupakan agriflorest gunung yang di alih fungsikan oleh masyarakat menjadi lahan perkebunan yang umumnya didomisili oleh tumbuhan pala (Myiristica fragrans). Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran komposisi vertikal dan horizontal dari suatu vegetasi, sehingga dapat memberikan informasi mengenai struktur stratifikasi vegetasi dan dinamika pohon. Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 26 mei 2014 di pegunungan Sawang Ba’u dilakukan pada siang hari dan pengambilan data di peroleh dengan menggunakan metode Line Transek (transek garis) yang diamati pada 8 stasiun. Hasil penelitian terdapat 32 spesies dari 20 Famili diantaranya: Oxalidaceae, Arecaceae, Sterculiaceae, Myristicaceae, Combretaceae, Rubiaceae, Moraceae, Verbenaceae, Phyllanthaceae, Anacardiaceae, Malvaceae, Piperaceae, Lamiaceae, Verbenaceae, Annonaceae , Rutaceae, Lythraceae, Sapindaceae, Moraceae, Meliaceae, dari 20 famili tersebut yang paling banyak di seluruh stasiun yaitu, Arecaceae, Meliaceae, Moraceae dan Malvaceae. Sedangkan famili yang paling sedikit yaitu: Oxalidaceae, Sterculiaceae, Combretaceae, Rubiaceae, Verbenaceae, Phyllanthaceae, Anacardiaceae, Piperaceae, Lamiaceae, Annonaceae,dan Rutaceae. Dari ke 8 stasiun diperoleh nilai kerapatan paling tinggi adalah 0.043 yang terdapat pada stasiun 8, sedangkan nilai kerapatan terendah adalah 0.014 terdapat pada stasiun 1.