Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KANDUNGAN VITAMIN C DAN ORGANOLEPTIK DENGAN KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Sartika Sartika; Rita Hayati; Elly Kesumawati
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.843 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2690

Abstract

Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura. Tomat sebagai komoditas hortikultura pada umumnya memiliki sifat mudah rusak sehingga penanganan pascapanen buah tomat yang tidak tepat dapat mengakibatkan penurunan mutu buah. Edible coating merupakan suatu metode yang digunakan untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu dari buah-buahan pada suhu ruang. Edible coating adalah lapisan tipis yang bertujuan untuk memberikan penahanan yang selektif terhadap perpindahan massa dan atau sebagai pembawa aditif serta untuk meningkatkan penanganan suatu makanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi dan lama perendaman ekstrak lidah buaya terhadap kandungan vitamin C dan organoleptik pada buah tomat serta mengetahui perlakuan terbaik antara tingkat konsentrasi dan lama perendaman terhadap kandungan vitamin C dan organoletik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu perlakuan konsentrasi (K) yang terdiri dari 4 taraf antara lain 100% ekstrak lidah buaya, 75% ekstrak lidah buaya + 25% air, 50% ekstrak lidah buaya + 50% air, dan 25% ekstrak lidah buaya + 75% air dan lama perendaman (P) yang terdiri dari 3 taraf antara lain 15 menit, 30 menit dan 45 menit. Pengamatan dilakukan pada 0, 4, 8, 12, dan 16 hari setelah perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Analisa keragaman hasil dilakukan dengan analisa ANOVA, dilanjutkan dengan uji BNT 5% untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah umur simpan buah tomat berpengaruh terhadap kandungan vitamin C dan Organoleptik. Hasil organoleptik terhadap buah tomat berpengaruh pada parameter warna dan tekstur sampai penyimpanan 16 hari. Perlakuan terbaik pada kandungan vitamin C dan organoleptik terhadap buah tomat yaitu perlakuan konsentrasi 100% dan lama perendaman selama 45 menit.
Respon Pemberian Konsentrasi BAP dan NAA Terhadap Pertumbuhan Tunas Tin (Ficus Carica L.) secara Kultur Jaringan Ruhul Aflah; Erita Hayati; Elly Kesumawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.206 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22393

Abstract

Abstrak. Tin merupakan tanaman hortikultura yang termasuk dalam kelompok buah. Tanaman tin berguna sebagai sumber vitamin, mineral, karbohidrat, serat, dan lemak. Permintaan pasar yang semakin tinggi, menjadikan tin banyak dibudidayakan di Indonesia. cara kultur jaringan sebagai alternatif perbanyakan. Kultur jaringan bermanfaat mendapatkan tanaman unggul dengan waktu singkat. Eksplan yang dipakai adalah pucuk tunas tin. Selain eksplan faktor lainnya yang menentukan keberhasilan kultur jaringan adalah Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Zat pengatur tumbuh yang dipakai ialah Benzil Amino Purin (BAP) dan Naphthalena Acetic Acid (NAA). Penelitiam dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dari bulan Desember 2021 sampai dengan April 2022. Penelitian ini memiliki 2 faktor yaitu konsentrasi BAP dan konsentrasi NAA. Hasil penelitian menunjukkan persentase eksplan hidup sebesar 100% dijumpai pada 8 konsentrasi. Persentase tumbuh tunas tertinggi sebesar 100% pada 6 konsentrasi. dan waktu tumbuh akar tercepat yaitu 35 HST pada konsentrasi 0,1 mg L-1 NAA. Konsentrasi terbaik ditunjukkan pada 1,5 mg L-1BAP+0,1 mg L-1 NAA karena menghasilkan pertumbuhan lebih baik untuk pertumbuhan eksplan tunas tanaman tin.Kata Kunci: Tunas tin, Pertumbuhan, Konsentrasi, BAP, dan NAA Response of Giving Concentration BAP and NAA to Growth of Fig Shoots (Ficus Carica L.) in Tissue CultureAbstract. Tin is a horticultural plant that belongs to the fruit group. The fig plant is useful as a source of vitamins, minerals, carbohydrates, fiber, and fat. The market demand is getting higher, making fig more and more cultivated in Indonesia. tissue culture method is used as an alternative. Tissue culture is useful for producing superior plants in time short. The explants used is fig shoots. In addition to explants, another factor that determines the success of tissue culture is Growth Regulatory Substances (ZPT). The growth regulators used in this study BAP and NAA. The research was carried out at the Plant Tissue Culture Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from December 2021 to April 2022. This study had 2 factors, namely the concentration of BAP and the concentration of NAA. The results showed that the percentage of live explants was 100% found in 8 concentrations. The highest shoot growth percentage was 100% at 6 concentrations. and the fastest root growth time was 35 DAP at a concentration of 0.1 mg L-1 NAA. The best concentration was shown at 1.5 mg L-1 BAP+0.1 mg L-1 NAA because it produced better growth for the growth of shoots of fig explants.Keywords: Tin shoots, Growth, Concentration, BAP, and NAA