Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII A Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Pendekatan Cooperative Learning Jigsaw Tahun Ajaran 2019/2020 Rina Purnami
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.533 KB) | DOI: 10.33654/jph.v6i2.1073

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar, tingkat motivasi belajar siswa tidak sama Kurangnya motivasi belajar tersebut dapat terlihat dari beberapa fenomena yang terjadi di dalam kelas. Seperti kesiapan memulai pelajaran yang agak terganggu, mengerjakan tugas-tugas yang kurang maksimal, sehingga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Masih ada beberapa siswa yang motivasi belajarnya kurang atau rendah, hal tersebut dapat dilihat dari hasil nilai raport yang diterima pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 (dari legger), dari hasil analisa angket awal dan data AUM. Ada beberapa mata pelajaran yang dicapai kurang atau di bawah nilai standar KKM. Dari jumlah siswa 22, ternyata ada 8 siswa yang nilainya di bawah standar KKM. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan harapan semakin besarnya motivasi belajar yang tumbuh dari dalam diri siswa maka akan dapat mendongkrak semangat belajar, dan pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar yang diharapkan. Penelitian dilakukan di kelas VIII A MTsN 1 Hulu Sungai Utara, pada bulan Januari sampai dengan Maret 2020. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas model pembelajaran Cooperative Learning tipe jigsaw, yang terdiri dari dua siklus, masing-masing dua kali pertemuan instrument yang digunakan adalah pandauan wawancara siswa dan guru, lembar observasi siswa dan guru, angket motivasi belajar. Hasi penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan tindakan skor motivasi belajar siswa rata-rata : 63,63%, pada siklus ke I skor rata-rata : 80,15% dan pada siklus ke II skor rata-rata : 88,24%. Pada siklus ke I siswa masih merasa asing dengan model pembelajaran ini, tetapi guru terus tetap berusaha mengarahkan dan membimbing siswa dalam berdikusi. Sehingga pada siklus ke II siswa semakin menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Dari hasil observasi dan wawancara aktivitas siswa meningkat. Dari hasil pelaksanaan tindakan kelas siklus ke I dan ke II, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII A MTsN 1 Hulu Sungai Utara.
Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas IX D MTsN 1 Hulu Sungai Utara Dimasa Pandemi Covid 19 Melalui Bimbingan Klasikal Secara Online Rina Purnami
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.688 KB)

Abstract

Sehubungan dengan adanya wabah covid-19 maka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) poin ke 2 yaitu proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan: Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan; Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19;Aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masng, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar dirumah Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas ini di lakukan dengan 3 siklus yakni Pra siklus, siklus I di laksanakan selama 2 hari pelaksanaan penggunaan bimbingan klasikal secara online. Pada pra siklus di peroleh skor 39 artinya keaktifan siswa dimasa pandemi covid 19 rendah. Pada siklus I di peroleh skor 74 artinya keaktifan siswa dimasa pandemi covid 19 sedang. Jadi penggunaan bimbingan klasikal secara online dapat meningkatkan keaktifan siswa dimasa pandemi covid 19 sedikit demi sedikit. Pada siklus II di peroleh skor 102 artinya keaktifan siswa dimasa pandemi covid 19 sangat tinggi. Jadi penggunaan bimbingan klasikal secara online dapat meningkatkan keaktifan siswa dimasa pandemi covid 19.