Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP KEDALAMAN ALUR RODA PADA CAMPURAN BETON ASPAL PANAS Utama, Dwinanta
Jurnal Transportasi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.295 KB)

Abstract

Abstrak Beton aspal merupakan campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai gradasi menerus (continuous graded), yang kemudian dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu. Nilai stabilitas beton aspal dicapai dengan adanya variasi ukuran butiran agregat yang saling mengunci (interlocking). Pada penelitian ini dicoba jenis bahan pengisi (filler) abu batu sebagai bahan tambahan dengan harapan diperoleh suatu campuran beton aspal yang lebih baik dan memenuhi persyaratan untuk perkerasan lapisan jalan. Metode yang digunakan dalam perencanaan campuran adalah metode Marshall, dengan mengikuti prosedur Direktorat Jenderal Bina Marga. Sebelum percobaan diperkirakan kadar aspal optimum, kemudian percobaan dilakukan untuk mencari kadar aspal optimum dengan memvariasikan kadar aspal dengan interval 0,5%, sehingga dihasilkan 2 titik di bawah dan 2 titik di atas kadar aspal optimum. Dengan menggunakan kadar aspal optimum yang diperoleh, dibuat benda-benda uji untuk pengujian Marshall standar dan pengujian Marshall immersion dengan durasi perendaman 24 jam, serta benda-benda uji untuk pengujian wheel tracking untuk mengetahui kecepatan deformasi dan stabilitas dinamis. Dari hasil pemeriksaan didapat bahwa campuran laston yang menggunakan agregat dengan gradasi di atas kurva Fuller mempunyai nilai stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan campuran laston yang menggunakan agregat dengan gradasi di bawah kurva Fuller.      Kata-kata kunci: beton aspal, bahan pengisi abu batu,  kurva Fuller, stabilitas Marshall
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP KEDALAMAN ALUR RODA PADA CAMPURAN BETON ASPAL PANAS Utama, Dwinanta
Jurnal Transportasi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.295 KB) | DOI: 10.26593/jt.v5i1.1785.%p

Abstract

Abstrak Beton aspal merupakan campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai gradasi menerus (continuous graded), yang kemudian dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu. Nilai stabilitas beton aspal dicapai dengan adanya variasi ukuran butiran agregat yang saling mengunci (interlocking). Pada penelitian ini dicoba jenis bahan pengisi (filler) abu batu sebagai bahan tambahan dengan harapan diperoleh suatu campuran beton aspal yang lebih baik dan memenuhi persyaratan untuk perkerasan lapisan jalan. Metode yang digunakan dalam perencanaan campuran adalah metode Marshall, dengan mengikuti prosedur Direktorat Jenderal Bina Marga. Sebelum percobaan diperkirakan kadar aspal optimum, kemudian percobaan dilakukan untuk mencari kadar aspal optimum dengan memvariasikan kadar aspal dengan interval 0,5%, sehingga dihasilkan 2 titik di bawah dan 2 titik di atas kadar aspal optimum. Dengan menggunakan kadar aspal optimum yang diperoleh, dibuat benda-benda uji untuk pengujian Marshall standar dan pengujian Marshall immersion dengan durasi perendaman 24 jam, serta benda-benda uji untuk pengujian wheel tracking untuk mengetahui kecepatan deformasi dan stabilitas dinamis. Dari hasil pemeriksaan didapat bahwa campuran laston yang menggunakan agregat dengan gradasi di atas kurva Fuller mempunyai nilai stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan campuran laston yang menggunakan agregat dengan gradasi di bawah kurva Fuller.      Kata-kata kunci: beton aspal, bahan pengisi abu batu,  kurva Fuller, stabilitas Marshall
PRINSIP DAN STRATEGI PENERAPAN “PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP” DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI utama, dwinanta
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 12 No. 3 (2010)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.087 KB) | DOI: 10.29122/jsti.v12i3.857

Abstract

Public Private Partnership (PPP), recently is becoming popular issue among stakeholders in infrastructure development in Indonesia. In other countries, infrastructure facilities such as Toll Road, Water Supply Network, Electricity Power, Harbour, Airport, Health Services, and Education have already been using PPP scheme. PPP is needed due to the limitation of government budget, infrastructure life time based on the quantity and the quality, and also the private sector skill/technology capability. In term of infrastructure quality competitiveness, based on the survey resulted in the World Competitiveness Report 2008-2009, showed that Indonesia is on the 96th rank among 134 countires surveyed. It can be argued that Indonesian infrastructure quality is still low in comparison to the other South East Asian Countries, even from its neighborhood countries. Government budget for infrastructure investment including transportation in 2010-2014 is very limited namely around 32% including from bilateral and multilateral loan. Therefore the 62% government budget remains must be fulfilled by another scheme such as Public Private Partnership.
ANALISIS STRUKTUR PERKERASAN RUNWAY, TAXIWAY DAN APRON BANDAR UDARA DR. F.L. TOBING MENGGUNAKAN METODE UNITED STATES OF AMERICAN PRACTICE utama, dwinanta
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2006)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.083 KB) | DOI: 10.29122/jsti.v8i2.754

Abstract

Airport is the point of interchange between people or cargo to transfer from air transportation system to other system of transport such as land and water transportation system. Airport is also a facility for supporting fast and long distance transportation such as inter-cities or inter-island transportation system. Currently many Kabupaten/Kota in Indonesia eager to improve their existing airport since the era of otonomi daerah started, to generate and accelerate regional development. Consequently the airport improvement should include not only landside but also the airside facilities such as runway, taxiway and apron.Runway, taxiway and apron pavement structure are sometime designed in various methods. One method that is recently implemented in Indonesia is the United Stage of American Practice method, recommended by International Civil Aviation Organization (ICAO). This analysis shows the strategy to develop the airside facilities and to design the runway, taxiway and apron pavement structure using that method. The development plan of DR. F.L. Tobing, Sibolga airport in Kabupaten Tapanuli Tengah, North Sumatera Province will be used as the case study. There are three phases in this development plan to determine the airside facilities. The aircraft to be used in the future are F-28 in phase I (2003-2012), F-100 in phase II (2012-2022) and B-737 in Ultimate Phase (After 2022).
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL ANTARA JALAN SULTAN HAMENGKUBUWONO 9 DAN JALAN CAKUNG CILINCING RAYA utama, dwinanta
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2006)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.921 KB) | DOI: 10.29122/jsti.v8i2.755

Abstract

Unsignalize intersection is very effective because it has less average delay compare to signalize intersection. But when the traffic volume getting higher the capacity of unsignalize intersection may not be able to maintain a proper intersection performance. Several alternatives improvement should be analyzed to overcome the unsignalize intersection problem. If the improvement alternatives fail then the unsignalize intersection should be changed as a signalize one. This condition will be implemented at 4 legs intersection between jalan Sultan Hamengkubuwono 9 and Jalan Cakung Cilincing Raya. Kaji software was implemented to do this intersection evaluation.
Penataan Ulang Ruang Parkir Lapangan Terbuka “Mail Giant”, Cimanggis Bogor Utama, Dwinanta
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4252.267 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v22i4.1081

Abstract

Drivers moving from an origin to destination at one time and at certain place will need to stop theirvehicles Vehicle that stop for parking will need a safe and comfortable place to assure that it will notobstnt.ct the other traffic movement.Giant Mall as a shopping center at Cinuznggis Bogar 1iritlz existing parking capacihj of 250 cars and273 motora1cles is facing parking problem, so it needs some reuiew design. During the peak hour inweekend time, it shows that more vehicles come in to be parked th.en the maximum capacity parkinglot prcmi.ded. Hopefully bt; having a redesign parking improvement this problem can be solved toobtain better condition.
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP KEDALAMAN ALUR RODA PADA CAMPURAN BETON ASPAL PANAS Dwinanta Utama
Jurnal Transportasi Vol. 5 No. 1 (2005)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.295 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v5i1.1785.%p

Abstract

Abstrak Beton aspal merupakan campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai gradasi menerus (continuous graded), yang kemudian dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu. Nilai stabilitas beton aspal dicapai dengan adanya variasi ukuran butiran agregat yang saling mengunci (interlocking). Pada penelitian ini dicoba jenis bahan pengisi (filler) abu batu sebagai bahan tambahan dengan harapan diperoleh suatu campuran beton aspal yang lebih baik dan memenuhi persyaratan untuk perkerasan lapisan jalan. Metode yang digunakan dalam perencanaan campuran adalah metode Marshall, dengan mengikuti prosedur Direktorat Jenderal Bina Marga. Sebelum percobaan diperkirakan kadar aspal optimum, kemudian percobaan dilakukan untuk mencari kadar aspal optimum dengan memvariasikan kadar aspal dengan interval 0,5%, sehingga dihasilkan 2 titik di bawah dan 2 titik di atas kadar aspal optimum. Dengan menggunakan kadar aspal optimum yang diperoleh, dibuat benda-benda uji untuk pengujian Marshall standar dan pengujian Marshall immersion dengan durasi perendaman 24 jam, serta benda-benda uji untuk pengujian wheel tracking untuk mengetahui kecepatan deformasi dan stabilitas dinamis. Dari hasil pemeriksaan didapat bahwa campuran laston yang menggunakan agregat dengan gradasi di atas kurva Fuller mempunyai nilai stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan campuran laston yang menggunakan agregat dengan gradasi di bawah kurva Fuller.      Kata-kata kunci: beton aspal, bahan pengisi abu batu,  kurva Fuller, stabilitas Marshall
Penataan Ulang Ruang Parkir Lapangan Terbuka “Mail Giant”, Cimanggis Bogor Utama, Dwinanta
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v22i4.1081

Abstract

Drivers moving from an origin to destination at one time and at certain place will need to stop theirvehicles Vehicle that stop for parking will need a safe and comfortable place to assure that it will notobstnt.ct the other traffic movement.Giant Mall as a shopping center at Cinuznggis Bogar 1iritlz existing parking capacihj of 250 cars and273 motora1cles is facing parking problem, so it needs some reuiew design. During the peak hour inweekend time, it shows that more vehicles come in to be parked th.en the maximum capacity parkinglot prcmi.ded. Hopefully bt; having a redesign parking improvement this problem can be solved toobtain better condition.