Nur Hamdani Nur
Public Health Study Program, Faculty of Public Health, Universitas Pancasakti, Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The impact of information exposure on husbands involvement in maternal emergency prevention Alamsyah Alamsyah; Ruqaiyah Ruqaiyah; Tut Handayani; Nur Hamdani Nur
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 3 (2025): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i3.2717

Abstract

Maternal emergencies remain one of the leading causes of maternal morbidity and mortality; therefore, preventive efforts through adequate nutritional management during pregnancy are of paramount importance. The husband’s role in supporting pregnant women, particularly by understanding and ensuring adherence to proper dietary practices, is crucial in reducing the risk of complications. This study aimed to analyze the effect of information exposure on husbands’ knowledge regarding maternal emergency prevention through dietary pattern management. A cross-sectional design was employed in April 2025, involving 399 husbands residing in Makassar City and Gowa District, selected using accidental sampling. Data were collected online using a structured questionnaire that assessed sources of information, frequency of exposure, accessibility, and activeness in seeking information. The chi-square test was applied for statistical analysis. The results revealed that information exposure had a significant effect on husbands’ knowledge (p < 0,0001), including aspects of information sources, frequency of exposure, accessibility, and activeness in seeking information. In conclusion, improving the quality and accessibility of nutritional information for husbands plays an essential role in supporting maternal emergency prevention through the optimization of dietary patterns during pregnancy.
Pengaruh Peer Group Health Education terhadap Peningkatan Perilaku Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Kota Makassar: The Effect of Peer Group Health Education on Improving Personal Hygiene Behavior of Makassar City Elementary School Students Nur Hamdani Nur; Sumardi Sudarman
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.475 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1887

Abstract

Penyakit yang berkaitan dengan personal hygiene seperti Diare dan Infeksi Kecacingan terus meningkat setiap tahunnya. Pendidikan kesehatan tentang personal hygiene penting untuk siswa agar mereka mempunyai informasi dan pengetahuan yang benar tentang personal hygiene dan mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Peer Group Health Education dalam meningkatkan perilaku personal hygiene siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode analitik Quasi Experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group yang dilakukan di SD Inpres Borong Jambu I, SD Inpres Borong Jambu II, dan SD Inpres Borong Jambu III Kota Makassar dengan populasi seluruh siswa kelas V, dan VI. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 siswa yang diperoleh dengan teknik Proportional Sistematic Random Sampling dengan proporsi tiap kelas dari setiap sekolah yaitu kelas V sebanyak 15, dan Kelas VI sebanyak 15 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner pretest untuk menilai pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene pada kelompok eksperimen pertama, dan kelompok kontrol. Selanjutnya dilakukan intervensi sesuai kelompok masing-masing. Penilaian posttest pada masing-masing kelompok dilakukan satu bulan setelah dilakukannya intervensi untuk menilai peningkatan pengetahuan siswa mengenai personal hygiene. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan analisis bivariat menggunakan uji Paired T-test dengan bantuan SPSS. Intervensi pendidikan kesehatan dengan metode Peer Group Health Education menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene. Rata-rata skor pengetahuan posttest (M=64,07; SD=7,473) lebih besar dari rata-rata skor pengetahuan pretest (M=47,00; SD=9,610), dan rata-rata skor sikap posttest (M=69,19; SD=5,490) lebih besar dari rata-rata skor sikap pretest (M=61,63; SD=4,260). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value untuk pengetahuan dan sikap masing-masing yaitu 0,000 dan 0,000 (p<0,05). Demikian juga dengan intervensi penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene. Rata-rata skor pengetahuan posttest (M = 57,86; SD = 9,047) lebih besar dari rata-rata skor pengetahuan pretest (M=45,88; SD=5,223), dan rata-rata skor sikap posttest (M=65,31; SD=2,413) lebih besar dari rata-rata skor sikap pretest (M=61,59; SD=7,256). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value masing-masing yaitu 0,000 dan 0,041 (p<0,05). Pendidikan kesehatan dengan metode Peer Group Health Education lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai personal hygiene dibandingkan metode konvensional yaitu penyuluhan dengan metode ceramah.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar: The Relationship Between Environmental Sanitation and the Incidence of Diarrhea in Toddlers in the Work Area of the Pertiwi Health Center, Makassar City Nur Hamdani Nur; Nanang Rahmadani; Adi Hermawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.427 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2206

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi lingkungan merupakan salah syarat kesehatan lingkungan yang harus dimiliki setiap keluarga. Dampak dari rendahnya tingkat cakupan sanitasi yaitu menurunkan kualitas lingkungan hidup masyarakat, sehingga dapat meningkatkan penularan penyakit berbasis lingkungan seperti diare. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional desain Cross Sectional Study. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi dengan populasi penelitian sebanyak 456 balita. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 balita dihitung menggunakan rumus Lemeshow (1990), dan diperoleh dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan Observasi lapangan. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan uji Chi square menggunakan SPSS kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas fisik air bersih (p value = 0,014) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar tahun 2020. Variabel yang tidak ada hubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar tahun 2020 yaitu variabel sumber air minum (p value = 0,683) dan variabel jenis lantai rumah (p value = 0,361). Sedangkan variabel kepemilikan jamban, hasil penelitian menunjukkan 100% responden memiliki jamban dengan syarat sanitasi sehingga variabel kepemilikan jamban tidak dapat dianalisis dengan uji bivariat karena data yang homogen (Constant). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejadian diare pada balita berhubungan secara signifikan dengan kualitas fisik air bersih di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar.