This Author published in this journals
All Journal Kusa Lawa
Socha Indra Mulia
Universitas Brawijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSISTENSI TATO MENTAWAI SEBAGAI BENTUK RESISTENSI KEBUDAYAAN SOSIAL DI KEPULAUAN SUMATERA BARAT Socha Indra Mulia
Kusa Lawa Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.01.08

Abstract

Eksistensi Tato Mentawai sebagai Bentuk Resistensi Kebudayaan Sosial di Kepulauan Sumatera Barat. Eksistensi budaya tato Mentawai di Sumatera Barat pada zaman sekarang yang semakin modern menjadi pertanyaan sebagian kalangan. Kebudayaan tato yang kuat akan asal usulnya dibudayakan secara turun temurun apakah masih diteruskan oleh anak muda zaman sekarang ini? Proses pentatoan yang masih menggunakan teknik, alat, dan bahan yang masih tradisional mungkin menjadi salah satu alasan anak muda sekarang. Kaum anak muda lebih tertarik dengan motif dan teknik tato yang lebih modern, disisi lain sejak dikeluarkan melalui SK No.167/PROMOSI/1954 yang memerintahkan suku Mentawai meninggalkan tradisi tato dan kepercayaan mereka, Arat Sabulungan. Masyarakat Mentawai mulai meninggalkan kebudayaan tersebut dan membangun kehidupan mengikutin zamannya. Namun kebudayaan tato itu sendiri telah menjadi identitas Mentawai yang telah banyak dikenal oleh rakyat Indonesia melalui asal usul, teknik, motif, alat, dan bahan yang digunakan dalam proses tersebut memiliki keunikan tersendiri bagi masyarakat Mentawai. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari informasi mengenai tato Mentawai dari asal-usul hingga keberadaan tato saat ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan secara studi literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dideskripsikan secara utuh. Hasil yang kemungkinan ditemukan adalah penerimaan diri, merasa setara dengan orang lain, konsep diri yang dibangun, dan sisa-sisa keberadaan tato yang tidak lagi dibudayakan.