Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mensyiarkan Program Tahfidz dan Tahsin Al-Qur’an Melalui Pengabdian kepada Masyarakat: di Desa Ancaran Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan Mualim; Dina Madinah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 1 No. 2 (2022): Juni, 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.288 KB) | DOI: 10.55927/jpmf.v1i2.579

Abstract

Tahfidz dan Tahsin merupakan bagian dari metode dalam mempelajari Al-Qur’an. Dalam mempelajari terlebih menghapal Al-Qur’an, diperlukan sebuah metode yang mudah digunakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode tahfidz dan tahsin. Pelaksanaan program Tahfidz dan Tahsin online ini lebih ditujukan untuk anak-anak yang ada di Desa Ancaran Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Hasil menunjukkan pelaksanaan program Tahfidz dan Tahsin online ini dapat membantu meningkatkan hapalan serta memperbaiki bacaan Al-Qur’an para peserta.
Praktik Sewa-Menyewa Pohon Petai dalam Perspektif Al'aadah Muhakkamah Siti Murtisah; Mulyana Saleh; Mualim
Al Barakat Vol 6 No 1 (2026): Al Barakat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/jab.v6i1.403

Abstract

Renting (ijarah) is an activity involving mutual assistance or cooperation between the lessee and the owner, including objects such as petai trees. This practice has been carried out for generations and is considered profitable, but it often causes harm to one party due to the absence of a written agreement and speculative outcomes. This study aims to examine how the practice of renting petai trees is conducted in Susukan Village and to analyze it from the perspective of al'aadah muhakkamah. The research method used is qualitative with a field research approach, employing semi-structured interviews. Primary data were collected through interviews, while secondary data were obtained from documentation and various literature sources relevant to the study. All data collected were then reduced, presented, and concluded using data analysis techniques. The findings indicate that the practice of renting petai trees in Susukan Village is well-developed and has been passed down for generations. However, this practice does not fully meet the pillars and requirements of a valid ijarah, as it resembles bay’ al-ma’dum (advance sale of unripe crops), which is prohibited in Islam because it contains elements of gharar (uncertainty). From the perspective of the legal maxim al'aadah muhakkamah, this customary practice cannot serve as a legal basis because it contradicts textual provisions (nash) and the principle of fairness in contracts. Therefore, the custom is considered invalid according to Islamic law.
Etika Muamalah dalam Perspektif Al-Qur’an: Tafsir Keadilan dan Kejujuran pada QS. Al-An'am 152 dan QS. Hud 85 Anne Agnia Nurhasanah; Indi Aulia Fajri; Merry Siti Mariam; Mualim
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 2 No. 2 (2026): NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v2i2.372

Abstract

This research is motivated by the continued prevalence of muamalah practices that deviate from the values ​​of justice and honesty, such as fraudulent transactions and abuse of the rights of the weak, so that it is necessary to strengthen muamalah ethics based on the Qur'an. The purpose of this study is to analyze the concept of muamalah ethics from the perspective of the Qur'an through the interpretation of QS. Al-An'am verse 152 and QS. Hud verse 85, with a focus on the values ​​of justice, honesty, and trustworthiness in socio-economic life. This study uses a qualitative method with a thematic interpretation approach (maudhu'i), through a literature review of the Qur'an, classical and contemporary interpretations, hadith, and other supporting sources. The results of this study indicate that justice (‘adl and al-qisṭ) in muamalah is not only normative but also applicable, encompassing the obligation to perfect measures and weights, maintain transaction transparency, and protect the rights of vulnerable parties such as orphans. The research findings reveal that QS. Hud 85 emphasizes the social impact of economic fraud, while QS. Al-An‘am 152 emphasizes the dimensions of trust and moral responsibility in wealth management. The implications of this study confirm that internalizing the values ​​of justice and honesty in muamalah plays a crucial role in creating socio-economic stability, strengthening public trust, and building a just, moral, and sustainable Islamic economic system.
Implementasi Tabungan Syariah di Perbankan Syariah Indonesia: Analisis Fatwa DSN-MUI No. 02/2000 dalam Perspektif Hadis Ahkam Muamalah Anne Agnia Nurhasanah; Mualim
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 2 No. 2 (2026): NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v2i2.405

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya tabungan syariah sebagai instrumen penghimpunan dana yang tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga mengandung nilai etis dan spiritual dalam sistem keuangan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tabungan syariah di perbankan Indonesia berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 02/2000 dalam perspektif Hadis Ahkam Muamalah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) serta analisis deskriptif-analitis terhadap sumber hukum Islam, fatwa, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tabungan syariah melalui akad wadiah dan mudharabah telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah seperti amanah, keadilan, dan kebebasan berkontrak, yang diperkuat oleh hadis-hadis tentang legitimasi mudharabah, keberkahan muamalah, serta keterikatan pada syarat akad. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa meskipun secara normatif dan yuridis telah sesuai dengan Al-Qur’an, hadis, dan regulasi positif, masih terdapat kesenjangan pada aspek pemahaman masyarakat serta persepsi terhadap keuntungan yang cenderung dibandingkan dengan sistem konvensional. Oleh karena itu, implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi, transparansi akad, serta optimalisasi implementasi produk tabungan syariah agar lebih aplikatif, kompetitif, dan mampu merepresentasikan nilai-nilai maqashid al-shariah dalam menjaga harta (hifz al-mal) serta mewujudkan kemaslahatan ekonomi umat.