This Author published in this journals
All Journal Agrifarm
Tutik Nugrahini
Fakultas Pertanian, Universitas Widya Gama Mahakam, Samarinda

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effect of Fertilizer Manure on Growth Swallow Seed Varieties Some Rubber (Hevea brasiliensis Muell Arg): Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Burung Walet Terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg Didi Irawan; Tutik Nugrahini; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2013): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.502 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk, dosis optimum kotoran walet dan interaksi antara pupuk kotoran walet dan varietas mana yang terbaik dalam pada pertumbuhan beberapa varietas bibit tanaman karet. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April 2011 sampai dengan September 2011 di Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial, terdiri dari 2 faktor ; faktor pertama dosis pupuk kotoran walet (p) yang terdiri 5 taraf dosis (p0 = control tanpa pupuk kotoran walet, p1 = 0,10 kg/polybag, p2 = 0,15 kg/polybag, p3 0,20 kg/polybag dan p4 = 0,25 kg/polybag) dan faktor kedua adalah varietas tanaman karet (v) yang terdiri dari 2 taraf (v1 = varietas PB 260 dan v2 = varietas RRIM) dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk kotoran walet tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun, jumlah payung umur 45, 60, 75, 90 HST serta tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman umur 45, 75, 90 HST namun berbeda nyata terhadap variabel diameter batang umur 45, 60, 75, 90 dan tinggi tanaman umur 60 HST. Perlakuan varietas tanaman karet tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah daun, jumlah payung, diameter batang, dan tinggi tanaman umur 45, 60,75, 90 HST. Interaksi pupuk kotoran walet dan varietas tanaman karet yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
The Respond of Growth and Yield of Three Varieties of Chili (Capsicum annuum L.) To Application of Manure Kind and Bintang Kuda Laut Liquid Organic Fertilizer: Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Terhadap Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Kandang dan Pupuk Cair Bintang Kuda Laut Efri Julianto; Tutik Nugrahini; Mahdalena
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2013): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui petumbuhan dan hasil tanaman cabai besar terhadap perlakuan berbagai jenis pupuk kandang organik dan pupuk organik cair Bintang Kuda Laut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei 2011 sampai dengan September 2011 di desa Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang Samarinda. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial, terdiri dari 2 faktor ; faktor pertama pemberian berbagai jenis pupuk kandang (P) yang terdiri 5 taraf (P0 = Tanpa pupuk kandang, P1 = Pupuk Kandang Ayam, P2 = Pupuk Kandang Kambing, P3 = Pupuk Kandang Sapi dan P4 = Pupuk kotoran walet) dan faktor kedua adalah pemberian pupuk organik cair Bintang Kuda Laut (K) yang terdiri dari 4 taraf (K0 = 0 ml/liter air, K1 = 2 ml/liter air, K2 = 4 ml/liter air dan K3 = 6 ml/liter air) diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian berbagai jenis pupuk kandang berbeda nyaa terhadap semua variabel yang diamati. Jenis pupuk kandang yang terbaik adalah P4 (pupuk kotoran walet) karena menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman cabai besar. Perlakuan pemberian pupuk organik cair Bintang Kuda Laut berbeda nyata terhadap semua variabel yang diamati, kecuali pertambahan tinggi tanaman umur 14 dan 28 hspt. Perlakuan terbaik dicapai oleh K3 (6 ml/ liter air). Interaksi kedua perlakuan berbeda nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman umur 14 hspt dan umur panen. Interaksi terbaik adalah P4K3 (pupuk kotoran walet dan POC Bintang Kuda Laut.
Dose Effect of NPK Mutiara and Dolomite At Plant Nursery Oil Palm (Elaeis quineensis Jacq) In Main Nursery: Pengaruh Dosis Pupuk NPK Mutiara dan Dolomit Pada Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis quineensis Jacq) Di Main Nursery Rusdi; Tutik Nugrahini; Purwati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2013): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.002 KB)

Abstract

Pengaruh Dosis Pupuk NPK Mutiara dan Dolomit Pada Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis quineensis Jacq) Di Main Nursery. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian pupuk NPK Mutiara dan kapur Dolomit serta interaksi antara pupuk NPK Mutiara dan kapur Dolomit yang terbaik. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, terhitung mulai bulan April 2010 sampai dengan September 2012. Lokasi penelitian di Persemaian Kebun Percontohan Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 2 x 3 jumlah ulangan sebanyak 6 kali. Faktor pertama adalah Pemberian Kapur Dolomit (D) yang terdiri, yaitu : d1 = 5 g/pokok tanaman, d2 = 10 g/pokok tanaman. Faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK Mutiara yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : m1 = 5 g/pokok tanaman, m2 = 10 g/pokok tanaman , m3 = 15 g/pokok tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian kapur Dolomit berpengaruh nyata terhadap parameter diameter bonggol bulan 1, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter diameter bonggol bulan 2 sampai dengan bulan ke 6, dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah pelepah, serta tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman. Pengaruh NPK Mutiara yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery dicapai oleh perlakuan m2 (NPK Mutiara 10 g/pokok tanaman). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara Kapur Dolomit dan NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap jumlah pelepah, diameter bonggol dan tinggi tanaman. Interaksi dosis yang terbaik antara NPK Mutiara dan Kapur Dolomit (DxM) untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery dicapai oleh perlakuan (d2m2) yaitu 10 g kapur Dolomit/pokok tanaman + 10 g NPK Mutiara/pokok tanaman.
PENGARUH ZPT ALAMI DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP LADA (Piper nigrum L) VARIETAS MALONAN 1: THE EFFECT OF NATURAL ZPT AND ORGANIC FERTILIZER ON PEPPER (Piper nigrum L) MALONAN VARIETY 1 Tutik Nugrahini; Asiah Wati; Natan Nael
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i1.1208

Abstract

Lada di Indonesia sebagian besar diusahakan oleh rakyat. Hanya sebagian kecil yng diusahakan oleh negara dan perusahaan swasta besar. Luas lahan perkebuunan lada pada tahun 2012 sebesar 178.622 hektar. Naik sebanyak 0,64% dari tahun sebelumnya (2011) yang luasnya hanya 177.490 hektar. Jumlah total produksi lada pada tahun 2012 sebesar 88.160 ton. Produksi lada naik sebesar 1,23% dibandingkan di tahun lalu (2011) yang hanya berproduksi sebesar 87.089 ton. Sedangkan produktivitas nasional lada berada di angka 789 kg/ha pada tahun 2012. Produktivitas lada nasional naik tipis (0,13%) di bandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 784 kg/ha. Kalimantan Timur, produktivitas ladanya dapat mencapai angka 1.363kg/ha/tahun. Dari data tersebut dapat di simpulkan bahwa ada kesesuaian lahan, iklim, teknis budidaya yang benar, dan pengguanaan varietas unggul yang tepat. Saat ini penelitian dengan perbanyakan menggunakan stek sudah banyak di lakukan namun masih ada kegagalan dalam perbanyakan stek hal ini diduga bahwa perlu adanya penambahan zat pengatur tumbuh dan penggunaakn pupuk organik. Maka perlu dilakukan pengaruh ekstrak bawang merah dan pupuk kompos batang pisang terhadap lada (Piper nigrum L) varietas Malonan 1. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak bawang merah dan pupuk kompos batang pisang terhadap lada (Piper nigrum L) varietas Malonan 1. Ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 80 ml / 100 ml air mampu memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit lada pada parameter pengamatan panjang tunas umur 2 MST, 4 MST, 6 MST, 8 MST, dan panjang akar dengan rata-rata 11,82 cm, 15,37 cm, 20,96 cm, 27,66 cm, dan 14,75 cm. pupuk kompos batang bisang dengan dosis 450 g / polibag memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit lada pada parameter pengamatan panjang tunas umur 2 MST, 4 MST, 6 MST, 8 MST, dan panjang akar dengan rata-rata 11,66 cm, 17,16 cm, 21,12 cm, 27,20 cm, dan 16,52 cm. Interaksi kedua perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit stek lada, dengan interaksi perlakuan terbaik adalah B3K2 yaitu konsentrasi bawang merah 80 ml / 100 ml air dan dosis pupuk kompos batang pisang 250 g / polibag dengan rata-rata panjang tunas 33,66 cm. Keywords: Bawang merah, pupuk kompos, lada malonan 1