This Author published in this journals
All Journal Agrifarm
Hamidah
Prodi Agroteknologi Faperta Universitas Widya Gama Mahakam

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effect of Complementary Liquid Fertilizer NPK Gandasil D And Pearls on Growth Seeds Lai (Durio kutejensis. Hassk Becc): Pengaruh Pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D Dan NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Lai (Durio kutejensis. Hassk Becc) Misnadi; Rustam Baraq Noor; Hamidah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2014): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.855 KB)

Abstract

Pengaruh Pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D Dan NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Lai (Durio Kutejensis. Hassk Becc). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan bibit Lai, mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Mutiara dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit Lai dan untuk mengetahui interaksi antara pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D dan NPK Mutiara terhadap pertumbuhan bibit Lai. Penelitian dilaksanakan di Jl. KH. Wahid Hasyim Sempaja Samarinda Lokasi Lahan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Selama 3 bulan dimulai pada bulan Juli hingga bulan Oktober 2013. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan percobaan Faktorial 4 x 4 di ulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu pemberian Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu g0 kontrol, g1 1 gram l-1 air, g2 2 gram l-1 air, g3 3 gram l-1 air, faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK Mutiara terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu m0 kontrol, m1 1,5 gram polybag-1, m2 3 gram polybag-1, m3 4,5 gram polybag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D (G) berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang umur 30, 60 dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), jumlah daun umur 30, 60, 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), dan luas daun umur 30 Hari Setelah Perlakuan (HSP), tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30, 60, 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP) dan luas daun umur 60 Hari Setelah Perlakuan (HSP). Dan berpengaruh nyata terhadap luas daun umur 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP). Perlakuan terbaik di peroleh pada perlakuan g2 (2 gram l-1 air). Perlakuan pupuk NPK Mutiara tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati. Kombinasi Perlakuan Pupuk Pelengkap Cair Gandasil D dan NPK Mutiara berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 30, 60, dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), diameter batang umur 30, 60, dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), jumlah daun umur 30, 60 dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP), luas daun umur 30 dan 90 Hari Setelah Perlakuan (HSP) tetapi berbeda sangat nyata terhadap luas daun umur 60 Hari Setelah Perlakuan (HSP). Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan g2m0.
Effect of Liquid Organic Fertilizer Concentration on Growth Seeds Nasa Cocoa (Theobroma cacao L): Pengaruh Kosentrasi Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L) Rusdiadi; Hamidah; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2014): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.99 KB)

Abstract

Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma cacao L). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa terbaik terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao.Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 4 bulan, mulai dari bulan Agustus sampai dengan November 2013, tempat penelitian di lahan Jl. Thoyib Hadiwijaya Sempaja Selatan, Samarinda Utara dan Provinsi Kalimatan Timur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial 3 x 4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas bibit (V) durian yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : v1 (varietas salisun), v2 (varietas kani) dan v3 (varietas otong) dan faktor kedua adalah pemberian konsentrasi POC D.I. Grow Green (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : d0 (kontrol), d1 (1,5 ml/ liter air), d2 (3,0 ml/ liter air) dan d3 (4,5 ml/ liter air). Hasil konsentrasi pupuk organik cair Nasa berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar utama, berat akar basah dan berat akar kering. Taraf perlakuan p3 merupakan memiliki pengaruh yang paling tinggi. Kata kunci : Pupuk organik cair Nasa dan bibit lai.
Plant Growth Response Rubber (Hevea brasiliensis Muell Arg) Provision Against Different Hormone Concentration and Interval Fertilizer Plant Excellence.: Respon Pertumbuhan Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi dan Interval Pupuk Hormon Tanaman Unggul Khamim; Hamidah; Rustam Baraq Noor
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2015): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.958 KB)

Abstract

Respon Pertumbuhan Bibit Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Mull Arg) Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi dan Interval Pupuk Hormon Tanaman Unggul. Tujuan penelitan untuk mengetahui konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul dan interval pemberian yang terbaik serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman karet dipersemaian. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus - November 2014 lokasi penelitian dilaksanakan di lahan praktek UPTB BAPELTAN Provinsi Kalimantan Timur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial 4 x 4 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul (H) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : h0 (kontrol), h1 (2,5 ml/liter air), h2 (5,0 ml/liter air) dan h3 (7,5 ml/liter air). Sedangkan faktor kedua adalah interval waktu pemberian yang terdiri dari 4 taraf yaitu : i1(5 hari sekali), i2 (10 hari sekali), i3 (15 hari sekali) dan i4 (20 hari sekali). Perlakuan berbagai konsentrasi pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun umur 90 hari setelah tanam, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada perlakuan h2 (5,0 ml/liter air) yaitu 15,63 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan h0 (kontrol) yaitu 11,04 cm. Perlakuan interval waktu pemberian pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh sangat nyata terhadap rata-rata pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun 90 hari setelah tanam, panjang akar dan jumlah akar. Perlakuan yang tertinggi untuk rata-rata pertambahan tinggi tanaman pada umur 90 hari setelah tanam dicapai pada perlakuan i2 (10 hari sekali) yaitu 15,78 cm sedangkan perlakuan terendah dicapai pada perlakuan i1 (5 hari sekali) yaitu 10,32 cm. Interaksi antara konsentrasi dan interval waktu pemberian pupuk hormon tanaman unggul berpengaruh nyata terhadap rata-rata panjang akar dan jumlah akar. Kata kunci : karet, konsentrasi dan interval pupuk hormon tanaman unggul