Peraturan dari Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 menyebutkan, air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Salah satu contoh pengolahan air baku menjadi air minum adalah depot air minum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi depot terhadap kualitas air minum isi ulang dan pengaruh kebersihan operator terhadap kualitas air minum isi ulang. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 depot air minum dan yang menjadi sampel sebanyak 30 depot karena 4 diantaranya sudah tidak berproduksi (tutup). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi depot dan kebersihan operator semuanya memiliki pengaruh terhadap kualitas air minum isi ulang karena berdasarkan hasil uji Fisher’s Exact Test. Dari 30 depot air minum yang mengandung Escherichia Coli di Kabupaten Majene terdapat 9 depot yang positif dan 21 depot yang negatif. Upaya yang harus dilakukan adalah menjaga kondisi depot serta menjaga kebersihan operator agar kualitas air isi ulang tidak tercemar dengan bakteri Escherichia Coli.