Apriyani Nur Komalasari
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aliansi Keamanan Korea Selatan-Amerika Serikat Dalam Menanggapi SLBM (Submarine Launched Ballistic Missile) Korea Utara Apriyani Nur Komalasari
Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Vol 8, No 1 (2022): (Mei) Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.993 KB) | DOI: 10.37058/jipp.v8i1.3838

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana respon atau tanggapan dari aliansi Korea Selatan-Amerika Serikat terhadap ancaman Korea Utara yaitu SLBM (Submarine Launched Ballistic Missile). Aliansi yang sudah terbentuk karena konflik yang terus berlanjut. Bermula karena konflik Amerika Serikat dan Uni Soviet, lantas juga mengakibatkan terpecahnya semenjung Korea menjadi dua bagian yang juga berbeda ideologi yakni Korea Selatan berhaluan Amerika Serikat dan Korea Utara berhaluan Uni Soviet. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk memberikan penjelasan secara deskriptif dan agar para pembaca menambah wawasan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan penjelasan secara deskriptif dan juga pengumpulan data – data melalui sumber literatur. Tinjuan pustaka dalam penelitian ini memiliki isi konsep teori yang terkandung dalam penelitian yakni aliansi, security dilemma, serta missiles. Kerangka pemikiran yang menjelaskan bahwa Amerika Serikat dan Korea Selatan beraliansi karena persoalan keamanan yang hingga sekarang masih berlanjut. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa aliansi Amerika Serikat – Korea Selatan menanggapi mengenai persoalan Korea Utara atas SLBM (Submarine Launched Ballistic Missiles) untuk bisa menahan diri terhadap provokasi Korea Utara. Kecurigaan dari Amerika Serikat yang juga semakin kuat akan hal tersebut mencoba untuk memberi peringatan akan kemungkinan tindakan agresif Korea Utara dan terus mencoba berdialog secara diplomatik.