Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kemampuan TIK Guru dan Tenaga Kependidikan (SDM) Berperan dalam Peningkatakan E-Learning dan E-Governance Masluyah Suib
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 7, No 1 (2012): Volume 7 Nomor 1 Edisi Januari 2012
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v7i1.336

Abstract

Abstrak :Ketersediaan SDM TIK yang berkualitas serta memenuhi standard kompetensi TIK merupakan tantangan dan permasalahan. Unsur SDM guru/tenaga kependidikan merupakan pihak yang dipandang paling bertanggungjawab terhadap keberhasilan implementsi TIK. Sumber daya manusia dan modal intelektual (intellectual capital) merupakan aset yang sangat penting dalam menciptakan keunggulan bersaing yang langgeng. Sistem kebijakan publik adalah tatanan kelembagaan yang berperan atau merupakan wahana dalam penyelenggaraan sebagian atau keseluruhan proses kebijakan (formulasi, inplementasi dan evaluasi kinerja kebijakan) yang mengakomodasikan kegiatan teknis (Technical Process) maupun sosiopolitis (Sociopolitical Process) Keberhasilan kebijakan dalam implementasi, tentunya tergantung pada komitmen, kesungguhan, ketekunan, teraktualisasi dalam mutu kinerja para pelaksana (SDM) nya. Kata Kunci: Sistem kebijakan public, Unsur SDM, dan keberhasilan implementasi TIK
SISTEM PENDIDIKAN PRAJABATAN GURU PROFESIONAL D I INDONESIA Masluyah Suib
Guru Membangun Vol 25, No 3 (2010): GM Edisi November Vol.25 No.3 Tahun 2010
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.665 KB) | DOI: 10.26418/gm.v25i3.230

Abstract

Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Peran guru sangatlah penting, namun tidak bisa lepas dari karakteristik pekerja professional. Untuk menghasilakan guru yang bermutu tinggi dan adaptif dengan kebutuhan persekolahan di masa depan, profesionalisme guru perlu ditingkatkan melalui upaya peningkatan kualifikasi pendidikan sebagai dasar pembentukan kompetensi mereka, baik yang berkaitan dengan kompetensi akademik maupun kompetensi profesional. Sistem Pendidikan Prajabatan Profesional perlu dikembangakan untuk dapat mengakomodai kebutuhan kualitas guru sesuai dengan kondisi sekolah yang selalu berubah. Pendidikan dasar sebagai sebuah paspor yang sangat diperlukan individu untuk hidup dan mampu memilih apa yang mereka lakukan, mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat masa depan secara kolektif. Agar guru berkualitas dapat didiwujudkan, maka strategi manajemen pendidikan yang diselenggarakan oleh LPTK harus dapat mengakomodasi kebutuhan kualitas guru sesuai dengan tuntutan masa depan.Kata Kunci: Guru professional, system pendidikan, manajemen pendidikan LPTK
NILAI EKONOMI DARI PENDIDIKAN Masluyah Suib
Guru Membangun Vol 26, No 2 (2011): GM Edisi Juli Vol.26 No.2 Tahun 2011
Publisher : Ikatan Keluarga Alumni FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.344 KB) | DOI: 10.26418/gm.v26i2.313

Abstract

Pendidikan dalam pandangan tradisional tidak memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat. Konsep pendidikan sebagai sebuah investasi (education as investment) telah berkambang secara pesat. Pidato Theodore Schultz pada tahun 1960 yang berjudul Investment in human capital dihadapan The American Economic Association merupakan letak dasar teori human capital modern. Bowman, mengenalkan suatu konsep revolusi investasi manusia di dalam pemikiran ekonomis. Para peneliti lainnya seperti Becker (1993) dan yang lainnya turut melakukan pengujian terhadap teori human capital ini. Sekarang diakui bahwa pengembangan SDM suatu negara adalah unsur pokok bagi kemakmuran dan pertumbuhan dan untuk penggunaan yang efektif atas sumber daya modal fisiknya, pengeluaran untuk pendidikan harus dipandang sebagai investasi yang produktif. Berbagai penelitian lainnya relatif selalu menunjukan bahwa nilai balikan modal manusia lebih besar daripada modal fisikKata Kunci: Pendidikan, investasi, pengembangan SDM