Ika Chastanti
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Labuhanbatu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of obstacles to the biology learning process in SMAN 1 Rantau Utara, Labuhanbatu Regency Remma Indriany; Ika Chastanti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.182 KB) | DOI: 10.20527/bino.v4i2.12741

Abstract

The obstacles in the biology learning process are curriculum implementation, syllabus development, competence, material mastery, learning methods, laboratories, learning media, teaching aids, learning evaluation, and learning motivation. This study aims to identify the obstacles faced by teachers in the biology learning process at SMAN 1 Rantau Utara, Labuhanbatu Regency using descriptive research with a qualitative approach. The research data were obtained by distributing questionnaires and interviews with statements about barriers in the study of biology. Data is processed in percentages. The diagram results show high walls from 78% of laboratories, 76% of the curriculum, 70% of methods, media, and evaluation, and 67% of teacher competence. Overall, the data collection results show that with high barriers, obstacles to implementing the biology learning process cover an average of 72%. The results of this study can be used as a reference for teachers in schools, especially biology to design learning activities that further stimulate students' creative processes. In addition, it is hoped that external education stakeholders in Indonesia will focus more on implementing better policies.Abstrak Hambatan dalam proses pembelajaran biologi berupa penerapan kurikulum, pengembangan silabus, kompetensi, penguasaan materi, metode pembelajaran, laboratorium, media pembelajaran, alat peraga, evaluasi pembelajaran, dan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran biologi di SMAN 1 Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner dan juga wawancara dengan pernyataan tentang hambatan dalam studi biologi. Data diproses dalam persentase. Hasil diagram menunjukkan hambatan  tinggi dari 78% laboratorium, 76% kurikulum, 70% metode, media dan evaluasi, kompetensi guru 67%. Secara keseluruhan, hasil pendataan menunjukkan bahwa dengan hambatan tinggi, hambatan pelaksanaan proses pembelajaran biologi meliputi rata-rata 72%. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi guru di sekolah, khususnya biologi untuk merancang kegiatan belajar yang lebih merangsang proses kreatif siswa. Selain itu, diharapkan pemangku kepentingan eksternal pendidikan di Indonesia agar semakin fokus dalam menerapkan kebijakan yang lebih baik.
Increasing interest and learning motivation SMP Swasta Anak Bangsa on science learning in the COVID-19 pandemic Nurhabibah Nurhabibah; Ika Chastanti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 4, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.269 KB) | DOI: 10.20527/bino.v4i2.12742

Abstract

Online learning during the COVID-19 pandemic generally reduces student interest in education. This study aims to analyze the factors causing the decline in students' interest and motivation and formulate solutions to solve them. This research is descriptive qualitative research. The data collection technique is done through intentional sampling, the data collection technique is done through interviews and questionnaires, and the data analysis technique uses the Miles and Huberman model. Based on the study's results, it is known that the increase in students' interest and motivation to learn science during the COVID-19 pandemic has not been fully achieved. Students have difficulty understanding the material taught by the teacher with a percentage of 86%, learning concentration difficulties at 84%, enthusiasm at 81%, and the level of boredom reaches 82%. The results of interviews with teachers and students showed that problems in understanding science learning activities were caused by the lack of interest and motivation of students and facilities and infrastructure, and caused by an unstable internet network. Therefore, motivation and interesting learning tools are needed to increase student interest in learning.Abstrak Pembelajaran online pada pada masa pandemi COVID-19 umumnya mengurangi minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab menurunnya minat dan motivasi siswa, dan merumuskan solusi untuk menyelesaikannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui intensional sampling, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan angket, dan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian diketahui peningkatan minat dan motivasi siswa untuk belajar IPA selama pandemi COVID-19 belum sepenuhnya tercapai, siswa mengalami kesulitan memahami materi yang diajarkan guru dengan persentase 86%, kesulitan konsentrasi belajar 84%, penyajian 81%, dan tingkat kebosanan mencapai 82%. Hasil wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa kesulitan dalam memahami kegiatan pembelajaran IPA disebabkan oleh kurangnya minat dan motivasi siswa serta sarana dan prasarana serta disebabkan oleh jaringan internet yang tidak stabil. Oleh karena itu, diperlukan motivasi dan sarana belajar yang menarik agar dapat meningkatkan minat belajar siswa.