Desi Mailan Sari
Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Desi Mailan Sari; Dessy Hermawan; Nita Sahara; T. Marwan Nusri
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.601 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i5.6412

Abstract

ABSTRACT The World Health Organization (WHO) states that the prevalence of anemia in pregnant women worldwide is 41.8% and in Indonesia, it is 48.9%. Anemia can have an impact on both the mother and the fetus it contains. The cause of anemia is closely related to nutritional intake and other risk factors such as age and maternal parity. The incidence of anemia in the working area of the Seputih Banyak Health Center tends to increase from 2019 to 2020. This study aimed to determine the relationship between age and parity with the incidence of anemia in pregnant women in the Work Area of the Seputih Banyak Health Center in 2020. This type of research uses quantitative analytical methods with a cross-sectional approach. The population in this study were all patients seeking treatment at the Seputih Banyak Public Health Center in 2020 with a total sample of 273 patients using a simple random sampling technique. Collecting data using a checklist sheet and processing data using chi-square analysis. The results showed that the distribution of the frequency of anemia was 55 women (20.1%), the distribution of the frequency of maternal age was mostly 20-35 years old as many as 225 mothers (82.4%), and at-risk parity as many as 253 mothers (92.7%). There is a relationship between age and the incidence of anemia with a p-value = 0.012 and OR: 2.38 (CI: 1.19-4.76). There is a parity relationship with anemia incidence with p-value = 0.037 and OR: 2.92 (CI: 1.13-7.54). There is a relationship between age and parity with the incidence of anemia in pregnant women in the work area of the Seputih Banyak Health Center in 2020 so prevention efforts are needed with health promotion, especially for pregnant women with age and parity at risk. Keywords: Age, Parity, Anemia. ABSTRAK Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8% dan di Indonesia sebesar 48,9%. Anemia dapat menimbulkan dampak baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya. Penyebab anemia sangat erat hubungannya dengan asupan nutrisi dan faktor risiko lainnya seperti usia dan paritas ibu. Angka kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Seputih Banyak cenderung mengalami peningkatan sejak tahun 2019 sampai dengan 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Seputih Banyak tahun 2020 dengan jumlah sampel yang terpilih sebanyak 273 pasien dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar check-list dan pengolahan data menggunakan analisa chi square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi kejadian anemia sebanyak 55 ibu (20.1%), distribusi frekuensi usia ibu sebagian besar usia 20-35 tahun sebanyak 225 ibu (82,4%) dan paritas tidak berisiko sebanyak 253 ibu (92,7%). Ada hubungan usia dengan kejadian anemia dengan nilai p value = 0,012 dan OR: 2,38 (CI: 1,19-4,76). Ada hubungan paritas dengan kejadian anemia dengan nilai p-value = 0,037 dan OR: 2,92 (CI: 1,13-7,54). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan usia dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja di wilayah kerja Puskesmas Seputih Banyak Tahun 2020 sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan promosi kesehatan khususnya pada ibu hamil dengan usia dan paritas berisiko. Kata Kunci: Usia, Paritas, Anemia.
Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Gedong Meneng Baru Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung Lolita Sary; Nurul Aryastuti; Ahmad Ansori; Christina Kusuma Reni; Desi Mailan Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.14395

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan hal yang sering terabaikan dan kita akan  merasakan betapa besar keberadaannya saat kita kehilangan nikmat kesehatan tersebut. Kesehatan bukanlah segala-galanya akan tetapi segala yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya kesehatan. Derajat kesehatan dapat dicapai melalui upaya-upaya perbaikan sanitasi lingkungan, pengendalian dan pemberantasan penyakit menular, pendidikan kesehatan, pengorganisasianpelayanan atau perawatan kesehatan serta pengembangan unsur-unsur sosial untuk menjamin taraf kehidupan yanglayak. Faktor lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti polusi udara, perubahan iklim danbencana alam, sampah, kualitas air yang buruk, masalah infrastruktur, penyakit yang disebabkan oleh mikroba, danbahan kimia berbahaya. Terkait hal tersebut perlu dilakukan upaya pendekatan pada masyarakat. Mengukurpemahaman pengelolaan sampah, aksi membuang sampah dan memfasilitasi tong sampah pada mahasiswa WargadiGedong Meneng Baru Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan pada tanggal 10 Februari 2024 yaitu Diikuti sebanyak 30 orang warga di RT 04 dan 06 Kelurahan Gedong Meneng Kecamatan RajabasaKota Bandar Lampung. dengan metode membagikan kuisioner Pengetahuan tentang “Pengelolaan sampah  rumahtangga berupa edukasi memilah sampah organik dan non- organik, aksi membuang sampah di tong sampah sertamemfasilitasi tong  sampah” sebanyak dua kali saat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. hasil kueisionersebelum dilakukan penyuluhan (pre test) dan sesudah dilakukan penyuluhan (post test). Sejumlah 66,6 % mahasiswaWargamengalami peningkatan pengetahuan tentang pemilahan sampah organic dan non organic. Prioritas masalah pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Gedong Meneng adalah memfasilitasi tong sampah di tiga Wargadi gedong meneng rajabasa dengan kegiatan edukasi, aksi dan fasilitasi.  Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Pengatahuan Masyarakat, Edukasi.  ABSTRACT Health is something that is often neglected and we will feel how big it is when we lose the blessing of health. Health is not everything, but everything we have will be meaningless without health. A degree of health can be achieved through efforts to improve environmental sanitation, control and eradicate infectious diseases, health education, organizing health services or care and developing social elements to ensure a decent standard of living.Environmental factors that can cause health problems include air pollution, climate change and natural disasters,waste, poor water quality, infrastructure problems, diseases caused by microbes, and dangerous chemicals. In thisregard, efforts need to be made to approach the community. Measuring understanding of waste management, action of throwing away rubbish and facilitating rubbish bins among boarding/dormitory students in Gedong Meneng Baru, Rajabasa District, Bandar Lampung City. Method: This service activity was carried out on February 10 2024, namely 30 residents in RT 04 and 06, Gedong Meneng Village, Rajabasa District, Bandar Lampung City. by distributing knowledge questionnaires about "Household waste management in the form of education on sorting organic and non-organic waste, the action of throwing rubbish in rubbish bins and facilitating rubbish bins" twice before and after the counseling was given. questionnaire results before counseling (pre test) and after counseling (post test). A total of 66.6% of boarding school/dormitory students experienced increased knowledge about sorting organic and non-organic waste. Conclusion: The priority problem in Household Waste Management in Gedong Meneng is facilitating rubbish bins in three boarding houses/dormitories in Gedong Meneng Rajabasa with educational activities, actions and facilitation. Keywords: Waste Management, Public Knowledge, Education.