Riris Friandi
Akademi Keperawatan Bina Insani Sakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Lansia Terhadap Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kumun Kota Sungai Penuh Riris Friandi
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.241 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i2.5915

Abstract

ABSTRACT: RELATIONSHIP OF ELDERLY FAMILY SUPPORT TO ELDERLY VISITS TO THE ELDERLY POSYANDU IN THE WORKING AREA OF THE KUMUN HEALTH CENTER IN SUNGAI PENUH CITY. Introduction: Posyandu for the elderly is a development of government policy through health services for the elderly whose implementation is through the puskesmas program by involving the role of the elderly, families, community leaders, and social organizations in its implementation. Elderly visits at the Kumun Health Center have only reached 30% in January-June 2021 or only 580 elderly have visited the elderly posyandu.Objective: To determine the relationship of elderly family support to elderly visits to the posyandu for the elderly in the Kumun Community Health Center in Sungai Penuh City in 2021.Methods: The type of research used is analytic with a cross sectional approach which was carried out from September 2021 to January 2022. The population in this study were all elderly people in the Kumun Health Center Working Area, Sungai Penuh City from January to June. In 2021 there are 2,190 people with a research sample of 98 respondents. with random sampling technique. Data was collected using a questionnaire, then the data was processed and analyzed descriptively and bivariate univariate with chi-square test and correlation.Results: The results showed that more than half (53.1%) of respondents did not regularly visit the elderly posyandu and more than half (52%) of respondents with low family support (p-value 0.009).Conclusion: There is a relationship between family support and elderly visits to the posyandu for the elderly. It is hoped that the puskesmas can provide health information about the benefits of visiting the elderly at the posyandu for the elderly. Keywords: Knowledge, Attitude, Family Support, and Elderly Visits.    INTISARI:HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA LANSIA TERHADAP KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMUN KOTA SUNGAI PENUH. Pendahuluan: Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program puskesmas dengan melibatkan peran para lansia, keluarga, tokoh masyarakat, dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya. Kunjungan lansia di Puskesmas Kumun hanya mencapai 30% pada bulan januari-Juni 2021 atau hanya ada sebanyak 580 lansia yang pernah berkunjung ke posyandu lansia.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga lansia terhadap kunjungan lansia ke posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kumun Kota Sungai Penuh Tahun 2021.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan bulan September 2021 sampai Januari 2022. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kumun Kota Sungai Penuh dari bulan Januari-Juni 2021 yang berjumlah 2190 orang dengan sampel penelitian sebanyak 98 responden. dengan teknik Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, kemudian data diolah dan dianalisis secara univariat deskriptif dan bivariat dengan uji chi-square dan korelasi.Hasil: Hasil penelitian diperoleh lebih dari separuh (53,1%) responden tidak rutin berkunjung ke posyandu lansia, dan lebih dari separuh (52%) responden dengan dukungan keluarga rendah dengan (p value 0,009).Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan keluarga terhadap kunjungan lansia ke posyandu lansia. Diharapkan pihak puskesmas dapat memberi informasi kesehatan tentang manfaat kunjungan lansia ke posyandu lansia. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga, dan Kunjungan Lansia. 
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN IMT PADA REMAJA DI SMAN 2 SUNGAI PENUH TAHUN 2021 Emitrafatriona Emitrafatriona; Riris Friandi
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 1 (2022): Journal Of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i1.162

Abstract

Berat badan yang tidak ideal sering menyebabkan kurang percaya diri pada remaja. Di kota-kota besar kejadian remaja yang mengalami berat badan berlebih cukup tinggi. Di Jakarta 9,6% remaja mengalami obesitas dan di Semarang 12% mengalami obesitas. Hasil wawancara pada siswa di SMAN 2 Sungai Penuh didapatkan bahwa 10 orang memiliki IMT yang berlebih, 6 orang diantaranya memiliki kebiasaan makan es krim, coklat dll, dan 4 orang mengatakan jarang berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Perilaku Makan dan Aktivitas Fisik dengan IMT pada Remaja di SMA 2 Sungai Penuh Tahun 2021. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja siswa/siswi di SMAN 2 sungai penuh berjumlah 603 orang dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian kecil (25,8%)remaja dengan IMT yang berlebih, lebih dari separoh (66,7%) remaja dengan perilaku makan yang sering, kurang dari separoh (43,9%) remaja dengan aktivitas fisik yang kurang baik. Ada hubungan antara perilaku makan, nilai p = 0,013 (p<0,005) dan aktivitas fisik, nilai p = 0,004 (p<0,005) dengan IMT pada Remaja di SMAN 2 sungai penuh Tahun 2021. Melalui Kepala Sekolah SMAN 2 sungai penuh agar membuat kegiatan ekstra kulikuler tentang olah raga yang sesuai dengan bakat dan minat siswa/siswi serta memberikan pendidikan tambahan kepada siswa/siswi tentang pola makan yang sehat dan ideal, bagaimana melakukan aktivitas fisik yang baik seperti olahraga yang teratur. Untuk peneliti selanjutnaya agar meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi IMT remaja dengan melihat variabel. Kata Kunci : Perilaku makan, Aktivitas fisik IMT pada Remaja