Apni Riama Simorangkir
STIKES Garuda PUtih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI OKUPASIONAL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI LUHUR KOTA JAMBI Apni Riama Simorangkir
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.793 KB) | DOI: 10.52741/jiikes.v8i1.37

Abstract

Depresi merupakan suatu nuansa yang menyatakan merasa dirinya kehilangan,sepi sendiri,dan seakan dirinya harus dikorbankan dan dalam keadaan yang membingungkan dan tidak menentu arahnya (Bambang, 2006:2). Lansia di panti sosial hidup sendiri tanpa adanya keluarga sehingga rentan untuk mengalami depresi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan depresi memberikan terapi okupasional. Terapi okupasional mencakup terapi olahraga atau senam lansia yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan usia lanjut sehingga dapat menurunkan tingkat depresi yang dialami usia lanjut. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi ekperimental dan desain penelitian yang digunakan adalah one group pre dan post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami depresi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Kota Jambi. Dalam penelitian ini lansia yang mengalami depresi sebanyak 37 orang. Namun jumlah sampel yang diambil sebanyak 31 karena ada lansia yang tidak bersedia menjadi responden, sedang sakit dan tidak berada di panti lagi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Rata-rata tingkat depresi lansia sebelum diberikan terapi okupasional sebanyak 12,16 (depresi sedang) dengan standar deviasi 4,532 dan setelah diberikan terapi okupasional, tingkat depresi lansia sebanyak 8,00 (depresi sedang) dengan standar deviasi 2,887. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,000 dengan kata lain ada pengaruh pemberian terapi okupasional terhadap tingkat depresi pada lansia. Senam lansia dapat menurunkan tingkat depresi yang dialami lansia karena olahraga dapat memperlancar sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh, maka perlu dilakukan pemberian terapi senam pada lansia yang dilakukan secara rutin oleh petugas yang ada di panti tersebut
EFEKTIVITAS TERAPI OKUPASIONAL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI LUHUR KOTA JAMBI Apni Riama Simorangkir
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v8i1.37

Abstract

Depresi merupakan suatu nuansa yang menyatakan merasa dirinya kehilangan,sepi sendiri,dan seakan dirinya harus dikorbankan dan dalam keadaan yang membingungkan dan tidak menentu arahnya (Bambang, 2006:2). Lansia di panti sosial hidup sendiri tanpa adanya keluarga sehingga rentan untuk mengalami depresi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan depresi memberikan terapi okupasional. Terapi okupasional mencakup terapi olahraga atau senam lansia yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan usia lanjut sehingga dapat menurunkan tingkat depresi yang dialami usia lanjut. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi ekperimental dan desain penelitian yang digunakan adalah one group pre dan post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami depresi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Kota Jambi. Dalam penelitian ini lansia yang mengalami depresi sebanyak 37 orang. Namun jumlah sampel yang diambil sebanyak 31 karena ada lansia yang tidak bersedia menjadi responden, sedang sakit dan tidak berada di panti lagi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Rata-rata tingkat depresi lansia sebelum diberikan terapi okupasional sebanyak 12,16 (depresi sedang) dengan standar deviasi 4,532 dan setelah diberikan terapi okupasional, tingkat depresi lansia sebanyak 8,00 (depresi sedang) dengan standar deviasi 2,887. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,000 dengan kata lain ada pengaruh pemberian terapi okupasional terhadap tingkat depresi pada lansia. Senam lansia dapat menurunkan tingkat depresi yang dialami lansia karena olahraga dapat memperlancar sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh, maka perlu dilakukan pemberian terapi senam pada lansia yang dilakukan secara rutin oleh petugas yang ada di panti tersebut