Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA TANI DESA LUMBUNG PANGAN DI YOGYAKARTA Ayu Putri Merry Anisya
Journal of Agribusiness Science and Rural Development Vol. 1 No. 2 (2022): JARSD
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.552 KB) | DOI: 10.32639/jasrd.v1i2.4

Abstract

Yogyakarta memiliki program untuk menurunkan kemiskinan yaitu program lumbung pangan guna meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini dilaksanakan di desa lumbung pangan di Kecamatan Seyegan. Sampel yang diambil yaitu rumah tangga tani yang berusahatani sebanyak 424 responden. Pengambilan sampelnya dilakukan dengan cara census. Menggunakan analisi tingkat kesejahteraan berdasarkan NTPRP (nilai tukar pendapatan rumah tangga pedesaan) dengan membandingkan total penerimaan rumah tangga dengan total pengeluaran rumah tangga. Tingkat kesejahteraan dihitung menggunakan Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani Pedesaan (NTPRP)sebesar 1,30 % masuk kategori sejahtera, sehingga dapat diartikan bahwa rumah tangga tani dalam program lumbungpangan tergolong dalam keadaan yang sejahtera. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga tani perlu meningkatkan pendapatan dengan menambah keragaman tanaman yang memiliki nilai jual tinggi dan menciptakan inovasi teknologi pertanian.
SUMBANGAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA TANI DESA SARIMULYO, KECAMATAN NGAWEN, KABUPATEN BLORA Ayu Putri Merry Anisya
Journal of Agribusiness Science and Rural Development Vol. 1 No. 2 (2022): JARSD
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.939 KB) | DOI: 10.32639/jasrd.v1i2.108

Abstract

Strategi pembangunan perlu lebih dipusatkan pada peningkatan pendapatan. Struktur dan besarnya pendapatan dari sektor pertanian berasal dari usahatani atau ternak dan buruh tani, sedangkan dari sektor non pertanian berasal dari usaha non pertanian. Untuk melihat besarnta pendapatan rumah tangga tani maka dilihat dari usahatani yang dapat berkontribusi bagi pendapatan rumah tangga, dan apabila terus dapat dimanfaatkan secara optimal dengan memanfaatkan untuk proses pertanian secara kompleks, maka pengembangan usahatani lahan sawah dapat manjadi salah satu sumbangan pendapatan terhadap rumah tangga petani. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ngawen. Sampel yang diambil yaitu rumah tangga tani yang berusahatani sebanyak 74 responden. Pengambilan sampelnya dilakukan dengan cara  census. Membandingkan pendapatan yang berasal dari usahatani dengan total pendapatan rumah tangga tani. Sumbangan pendapatan yang diperoleh usahatani sebesar 64,06% terhadap pendapatan total rumah tangga petani Desa Sarimulyo dan tergolong dalam kategori sumbangan pendapatan besar. Hal ini karena masyarakat tani Desa Sarimulyo mata pencaharian utama bekerja sebagai petani padi, cabai, jagung, dll.. Upaya untuk meningkatkan sumbangan pendapatan rumah tangga tani perlu meningkatkan pendapatan dengan menambah keragaman tanaman yang memiliki nilai jual tinggi dan menciptakan inovasi teknologi pertanian.
Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Anggota Kelompok Wanita Tani Lahan Kering di Yogyakarta Ayu Putri Merry Anisya
Journal of Agribusiness Science and Rural Development Vol. 3 No. 2 (2024): JASRD
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/es9kq364

Abstract

The level of farmer welfare is an important and complex topic in the agricultural and economic context. Farmer welfare not only includes financial aspects, but also social, health and environmental factors that influence daily life. This research aims to determine the level of welfare of households belonging to the women's farmer group in Pakel Jaluk Village by utilizing dry land. The basic method in this research is descriptive analytical with a sample collection method of 38 respondents. According to the GSR criteria, households belonging to the women's farmer group in Piyaman Village are classified as more prosperous with a GSR value of 0.84 (< 1). So it is better for commodities cultivated in home gardens to be replaced or supplemented with commodities that are of high value but do not require a lot of work time, such as bananas and jackfruit. Bananas have been cultivated but their numbers are still quite low. Each household records all forms of household income and expenditure so that it is better maintained or the PKK can provide training regarding household financial management.