Arina Tri Lunggani
Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan kualitas air Waduk Diponegoro Semarang dengan filter arang aktif Nia Fadlilatul Laily; Nurhayati Nurhayati; Endang Kusdiyantini; Arina Tri Lunggani
Jurnal Penelitian Saintek Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.48195

Abstract

Air bersih harus memiliki kualitas yang baik dari segi fisika, kimia, maupun biologisnya. Waduk Diponegoro mempunyai peran strategis dalam pengelolaan sumber daya air Kota Semarang. Berdasarkan hasil survei pada Waduk Diponegoro. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kualitas air Waduk Diponegoro berdasarkan kategori kelas indeks kualitas air parameter biologi, fisika, dan kimia dengan perlakuan filter arang aktif. Arang aktif banyak digunakan untuk menghilangkan kontaminan dalam air karena kapasitasnya yang tinggi untuk adsorpsi senyawa tersebut, yang timbul dari luas permukaan dan porositasnya yang besar serta dapat digunakan untuk mengurangi keberadaan E. coli pada air. Proses uji bakteriologis air dilakukan dengan menggunakan metode deteksi bakteri dengan 3M Petrifilm E.coli/Coliform. Metode yang digunakan pada penelitian meliputi sterilisasi alat, pengambilan sampel air pada titik inlet dan outlet, filtrasi air dengan ketebalan arang aktif 10, 15, dan 20 cm, inokulasi sampel air, perhitungan jumlah koloni, pengukuran dan penentuan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tebal media arang aktif yang digunakan semakin baik kualitas air yang dihasilkan. Perlakuan filtrasi arang aktif dapat meningkatkan kualitas air Waduk Diponegoro Semarang dari kelas D kategori tercemar berat menjadi kelas C kategori tercemar sedang berdasarkan parameter biologi, fisika, dan kimia.Improve the water quality of Diponegoro Reservoir with active charcoal filterClean water must have good quality in terms of physics, chemistry, and biology. Diponegoro Reservoir has a strategic role in the management of Semarang City’s water resources. Based on the results of the survey on Diponegoro Reservoir. The purpose of the study is to improve the water quality of Diponegoro Reservoir based on the class category of water quality index of biological, physical, and chemical parameters with active charcoal filter treatment. Activated charcoal is widely used to remove contaminants in water due to its high capacity for adsorption of the compound, which arises from its large surface area and porosity and can be used to reduce the presence of E. coli in water. The water bacteriological test process is carried out using a method of detection of bacteria with 3M Petrifilm E.coli/Coliform. Methods used in the study include sterilization of tools, sampling of water at inlet and outlet points, filtration of water with the active charcoal thickness of 10, 15, and 20 cm, inoculation of water samples, calculation of the number of colonies, measurement and determination of water quality. The results showed that the thicker the active charcoal media used the better the quality of the water produced. Active charcoal filtration treatment can improve the water quality of Diponegoro Reservoir Semarang from class D category heavily polluted to class C moderately polluted category based on biological, physical, and chemical parameters.
Tingkat Kontaminasi Tembaga dan Timbal pada Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Eko Purnomo; Hermin Pancasakti Kusumaningrum; Anto Budiharjo; Arina Tri Lunggani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 5 (2025): September 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.5.1378-1384

Abstract

ABSTRAKPencemaran polutan logam berat tembaga (Cu) dan timbal (Pb) di perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (PTES), diakibatkan oleh dampak aktivitas pelabuhan, pelayaran, proses industri dan buangan limbah domestik perkotaan. Hal ini berdampak negatif pada keberlanjutan ekosistem akuatik dan masyarakat setempat, sehingga diperlukan kajian terkait pencemaran logam berat tembaga dan timbal di perairan PTES. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan referensi mengenai kondisi terkini terkait tingkat pencemaran logam Cu dan Pb di perairan PTES, serta membandingkan tingkat cemaran terhadap standar kualitas lingkungan. Metode penelitian ini mengukur konsentrasi Cu dan Pb pada lapisan sedimen dan perairan di tiga stasiun sampling. Metode pengukuran logam Cu dan Pb menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Data konsentrasi logam berat yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan standar kualitas sedimen (Sediment Quality Guidelines, SQG) dari U.S. Environmental Protection Agency (US EPA) untuk sampel sedimen dan standar PP RI No. 22 Tahun 2021 untuk sampel air, untuk mendapatkan status cemaran Cu dan Pb. Berdasarkan hasil kajian, status cemaran Cu dan Pb di sedimen berada dalam kategori tidak tercemar (SQG US EPA). Dimana konsentrasi logam berat tertinggi berada pada stasiun 1 dengan konsentrasi Cu yaitu 10.99 ppm dan konsentrasi Pb yaitu 0.03 ppm. Sedangkan status cemaran Cu dalam perairan berada dalam kategori aman dengan konsnetrasi Cu pada semua stasiun yaitu 0.01 ppm. Sementara itu, status Pb dalam perairan berada di atas baku mutu dan tercemar berdasarkan PP RI No. 22 Tahun 2021, dengan konsentrasi Pb pada ketiga stasiun yaitu 1.00 ppm, 1.20 ppm dan 1.60 ppm. Konsentrasi logam berat terutama Pb di perairan dapat mempengaruhi ekosistem akuatik, prioritas penanganan dan penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengupayakan teknologi remediasi logam berat di perairan PTES. ABSTRACTThe contamination of heavy metals, particularly copper (Cu) and lead (Pb), in the waters of Tanjung Emas Port, Semarang (PTES), is primarily attributed to maritime operations, industrial processes, and domestic waste. This pollution poses significant threats to the sustainability of aquatic ecosystems and the well-being of surrounding communities. Therefore, an in-depth assessment of Cu and Pb pollution in PTES waters is urgently needed. This study aims to provide an updated reference on the current levels of Cu and Pb contamination in the PTES waters and to compare these concentrations against established environmental quality standards. The research methodology involved measuring Cu and Pb concentrations in both sediment and water samples collected from three stations. The levels of Cu and Pb were determined using AAS. The obtained heavy metal concentration data were compared against the Sediment Quality Guidelines (SQG) set by the US EPA for sediment samples, and the Indonesian Government Regulation (PP R1) No. 22 of 2021 for water samples. The study revealed that the contamination status of Cu and Pb in sediments was classified as "unpolluted" based on the SQG US EPA. The highest concentrations were recorded at Station 1, with Cu at 10.99 ppm and Pb at 0.03 ppm. Copper contamination in water samples from all stations was found to be within safe limits. However, Pb concentrations in water samples exceeded the quality standards set by PP RI No. 22 Tahun 2021, indicating a polluted status. Pb concentrations were recorded at 1.00 ppm, 1.20 ppm, and 1.60 ppm across the three sampling stations, respectively. The elevated levels of Pb in the aquatic environment could significantly impact the local ecosystem, highlighting the urgent need for prioritizing mitigation measures and advancing further research for developing and implementing effective heavy metal remediation technologies in the waters of PTES.