Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI MODEL FISIK STABILITAS UNIT LAPIS LINDUNG PEMECAH GELOMBANG PELABUHAN SANUR Oki Setyandito; Haryo Dwito Armono; Nur Yuwono
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2021.v20i2.5073

Abstract

Analisis stabilitas suatu struktur pemecah gelombang sebaiknya tidak hanya berdasarkan rumus-rumus empiris atau model matematik semata. Meskipun perkembangan teknologi informasi dan komputasi telah sedemikian berkembang, formula empiris dan metode numerik dalam pemodelan matematik belum mampu menunjukkan secara nyata proses fisik dan mekanisme keruntuhan unit lapis lindung pemecah gelombang. Proses gelombang pecah dan interaksinya dengan unit lapis lindung juga tidak bisa terlihat lengkap dalam suatu model matematik. Untuk itu, uji model fisik diperlukan untuk memastikan bahwa unit lapis lindung struktur pemecah gelombang yang akan dibangun memiliki stabilitas dan memberikan kinerja yang cukup baik. Makalah ini menjelaskan proses persiapan dan pengujian yang dilakukan dalam mengkaji stabilitas unit lapis lindung pemecah gelombang pada pelabuhan Sanur. Uji model fisik dilaksanakan di saluran gelombang yang tersedia di Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPDP), Yogyakarta. Berdasarkan teori kesebangunan Froude, telah dilakukan uji model pemecah gelombang 2 dimensi untuk mengkaji stabilitas unit lapis lindung utama. Model pemecah gelombang diuji dengan gelombang acak yang dibangkitkan mesin pembangkit gelombang buatan HR Wallingford (Inggris) yang baru saja dipasang di saluran uji 2 dimensi BTIPDP tahun 2019 lalu. Hasil uji model fisik telah digunakan untuk merancang pemecah gelombang di pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali agar dapat diketahui kerusakan struktur pada berbagai tinggi gelombang. Dari hasil pengujian ini dapat ditetapkan ukuran berat lapis lindung / armour unit yg masih diijinkan rusak 0,5 % pada tinggi gelombang rencana dengan kala ulang 100 tahun. 
Aliran Pada Lubang Gerusan: Model Fisik dan Model Numerik Marcio Tahalele; Radianta Triatmadja; Nur Yuwono; Warniyati
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.02.11

Abstract

Kejadian tsunami Samudra Hindia tahun 2004 dan kejadian tsunami yang melanda Jepang tahun 2011 mengakibatkan kerusakan serta kehancuran yang sangat besar dari segi sarana, prasarana, lingkungan serta memakan korban jiwa. Mekanisme gerusan yang dihasilkan oleh tsunami berbeda dari mekanisme gerusan yang terjadi pada jembatan, dermaga dan bendung. Penelitian ini menjelaskan tentang proses terjadinya gerusan dan pola aliran pada saat gerusan mencapai kondisi kesetimbangan yang diakibatkan aliran jet air. Penelitian ini membandingkan hasil model fisik (eksperimen) dan model numerik (simulasi SPH). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedalaman gerusan (ds) dipengaruhi oleh faktor pengaliran. Proses pembentukan lubang gerusan mengalami empat fase, yaitu fase awal, fase pengembangan, fase stabilisasi dan fase ekuilibrium. Validasi dilakukan untuk membandingkan hasil simulasi SPH dan data eksperimen di laboratorium terkait pola aliran dan debit outlet (QOut). Pola aliran pada simulasi SPH merepresentasikan pola aliran yang terjadi pada eksperimen di laboratorium. Hasil antara eksperimen dan simulasi SPH untuk QOut memberikan selisih sebesar 4,69% - 8,48%. Perbedaan hasil antara eksperimen dan simulasi SPH disebabkan oleh faktor gesekan batas, kondisi batas, dan penggambaran bentuk lubang gerusan.