Sumaiyah Fitriandini
Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, Universitas Gunadarma

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN TAMAN KOTA LEMBAH GURAME DI KOTA DEPOK Fitriandini, Sumaiyah
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green open space is an important part of a structure forming the city. Green open space has the main function as ecological supporting the city also used as open space adder and supporters of the value of the quality of the environment and culture of an area . As an effort to save the function of government land depok city doing the green open space gurame valley become a city park that serves as green open space the public . In this research approach done is through a qualitative approach .The data collected is the data derived derived from a manuscript interview , field notes , personal documents , and other official documents . The preliminary study in doing in the location of the object of research that is on Jalan Gurame Perumnas Depok I, Kecamatan Beji, Kota Depok. On the activities of these things implemented is observing visually about the situation and the condition of the object of study and conduct observation field .To support Processing and analysis of data to support it is also searching and collecting the study of literature. Based on the observation in the field, and an interview and the analysis made by the general a conclusion that Lembah Gurame City Park has not been optimal and effective, it is caused of elements existing facilities and the implementation of the development is not in accordance with planning so users of city parks not be able to use in accordance with its function of the existence of elements and facilities of the garden of the city.                                                                                 Keywords: effectiveness, the utilization, lembah gurame.
HUBUNGAN SEJARAH DAN PENGARUH BUDAYA TERHADAP PROSES AKULTURASI ARSITEKTUR MASJID-MASJID TUA ABAD XVI-XX DI JAKARTA Fitriandini, Sumaiyah
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2020.v19i2.2825

Abstract

Masjid-masjid tua di Jakarta, diketahui telah mengalami proses akulturasi arsitektur yang berasal dari kelompok masyarakat yang ada, atau datang ke Jakarta. Maksud dari penelitian ini adalah menganalisis sebaran masjid-masjid tua abad XVI-XX di Jakarta berdasarkan abad berdiri, lokasi, proses akulturasinya, dan menemukan hubungannya terhadap sejarah dan pengaruh budaya yang berkembang di Jakarta pada masa tersebut, melalui pendekatan kuantitatif, dengan teknik analisis deskriptif. Penyebaran agama islam yang sudah masuk ke Jakarta (Jayakarta-Batavia) mulai abad XVI, diiringi dengan keberadaan Suku Jawa di Jakarta pada abad XVI, menjadi simbol kuatnya pengaruh budaya Jawa pada bentuk arsitektur masjid di Jakarta. Masjid-masjid tua yang mengalami proses akulturasi arsitektur adaptasi Jawa paling banyak ditemukan pada abad XVIII-XIX. Terbentuknya komunitas muslim dan pemukiman warga pendatang di Jakarta pada abad XVIII-XIX telah menjadikan kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat sebagai kawasan yang paling banyak memiliki peninggalan bangunan masjid-masjid tua di Jakarta. Terbukanya pintu perdagangan maritim yang sedemikian luas, telah membuka peluang besar terjadinya akulturasi budaya di Jakarta pada abad XVIII-XIX. Masjid- masjid tua yang memiliki akulturasi bentuk arsitektur Jawa sebagian besar berada di Kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Proses akulturasi arsitektur yang mengadopsi bentuk arsitektur non lokal (Timur Tengah, Modern, dan Kolonial Belanda), juga mulai banyak muncul di abad XVIII-XIX, keberadaan masjid-masjid tua yang mengadopsi bentuk arsitektur Timur Tengah-Modern, juga ditemukan sebagian besar berlokasi di kawasan Jakarta Barat. Eksistensi masjid-masjid tua tersebut merepresentasikan simbol sejarah Islam yang tumbuh, berkembang dari masa ke masa sesuai dengan konteks ruang dan waktunya.
KARAKTER DAN FUNGSI MASJID DI PUSAT PERBELANJAAN (Studi Kasus: Masjid Blok A Tanah Abang Jakarta Pusat) Sumaiyah Fitrian Dini; Edy Sutomo
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2022.v21i1.5963

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan karakter dan fungsi masjid di pusat perbelanjaan dengan melakukan penelusuran melalui komponen penyusun fasad, ruang dan massa bangunan. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Keberadaan masjid pada komplek perkantoran, perhotelan bahkan pusat perbelanjaan merupakan salah satu fenomena perkembangan masjid terutama di perkotaan. Perkembangan fasilitas ruang sholat berupa bangunan masjid di pusat perbelanjaan, salah satunya ditemukan di Pasar Blok A Tanah Abang. Keberadaan Masjid Blok A Tanah Abang yang berlokasi di lantai paling atas, memiliki area yang luas memiliki ruang terbuka telah menghadirkan perspektif baru dalam penyediaan fasilitas ibadah khususnya sholat di area pusat perbelanjaan yang biasanya berupa mushola yang ditempatkan di sudut ruang, basement atau area parkir. Karakter bangunan Masjid Blok A Tanah Abang adalah Bangunan Klasik Timur Tengah. Bangunan Masjid Blok A Tanah Abang berfungsi sebagai tempat untuk beribadah, dakwah, menimba ilmu, dan melakukan kegiatan sosial. Bentuk massa bangunan berupa persegi panjang, yang dikelilingi oleh koridor, dengan arah orientasi bangunan sesuai dengan arah kiblat. Konsep desain masjid menerapkan gaya Eropa dan Timur Tengah, dengan mengadopsi bentuk piliar-pilar lengkung ganda Masjid Cordoba Spanyol, dan interior Masjid Nabawi di Madinah.