Sugeng Budi Santosa
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta/RSUD Dr. Moewardi Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Efektivitas Gabapentin, Deksametason, dan Gabapentin+Deksametason terhadap Angka Kejadian PONV Pascaoperasi Telinga Tengah Sugeng Budi Santosa; Bambang Novianto Putro; Irfan Tri Budhi Wardhana
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v10n1.2463

Abstract

Post operative nausea vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi tersering pascaoperatif terutama pada operasi risiko tinggi seperti operasi telinga tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efektivitas gabapentin, deksametason, dan gabapentin+deksametason dalam mencegah PONV. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan double blind randomized control trial pada 30 pasien ASA I dan II yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan menjalani operasi telinga tengah dengan anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr Moewardi Surakarta pada Maret–Mei 2019. Kelompok sampel terbagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok deksametason, kelompok gabapentin, dan kelompok gabapentin+deksametason. Pencatatan meliputi skala PONV (0–3) yang dinilai pada jam ke-1, 12, dan 24 pascaoperasi. Analisis statistik yang digunakan untuk uji perbedaan PONV adalah Uji Kruskal. Skala PONV pada jam ke-1, 12, dan 24 antara ketiga kelompok tidak didapatkan perbedaan signifikan (p>0,05). Simpulan, gabapentin, deksametason, dan gabapentin+deksametason tidak memiliki perbedaan efektivitas terhadap angka kejadian PONV pascaoperasi telinga tengah, akan tetapi kombinasi kedua obat tersebut memberikan hasil yang lebih baik.Differences in Effectiveness of Gabapentin, Dexamethasone, and Gabapentin-Dexamethasone on Incidence Rate of PONV Post Middle Ear SurgeryPostoperative nausea and vomiting (PONV) are among the most common complications after anesthesia, especially after high-risk PONV surgery, such as middle ear surgery. This study aimed to analyze the differences in the effectiveness of gabapentin+dexamethasone in preventing PONV post-middle ear surgery. This study was an experimental study with a double-blind, randomized controlled trial on 30 samples that met the inclusion criteria and was conducted in the Central surgical installation of Dr. Moewardi Hospital Surakarta from March to May 2019. The sample was divided into three groups receiving dexamethasone, gabapentin, or both treatments. Records included the PONV (0–3) scale, graded at 1, 12, and 24 hours postoperatively. The statistical analysis used to test for differences in PONV was the Kruskal test. There was no significant difference between the two groups on the PONV scale at 1, 12, and 24 hours (p>0.05). In conclusion, gabapentin, dexamethasone, and gabapentin+dexamethasone have no difference in effectiveness in the PONV incidence post-middle ear surgery. However, the combination of the two drugs gives better results.
Perbedaan Respons Hemodinamik antara Penggunaan Levobupivakain dan Penambahan Klonidin 1 dan 2 Mcg/kgBB pada Scalp Block Ardana Tri Arianto; Sugeng Budi Santosa; Syarif Afif
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v10n1.2495

Abstract

Penambahan adjuvan pada levobupivakain dapat memperkuat dan memperpanjang efek analgesia pada blok saraf tepi. Klonidin memiliki aksi yang sinergis dengan agen lokal anestesi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas penambahan klonidin 1 mcg/kgBB dan 2 mcg/kgBB pada scalp block sebagai analgetik kraniotomi. Penelitian dilakukan pada 30 pasien yang menjalani kraniotomi di RS Dr. Moewardi Surakarta selama periode bulan Mei–Agustus 2020 Desain penelitian yang digunakan adalah uji klinis tersamar acak ganda dengan analisis statistik menggunakan uji one-way ANOVA atau Kruskal Wallis. Subjek dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok I: scalp block dengan levobupivakain 0,25%, kelompok II: scalp block ditambah klonidin 1 mcg/kgBB, kelompok III: scalp block ditambah klonidin 2 mcg/kgBB. Penilaian terhadap tekanan darah, MAP, laju nadi dilakukan sebelum intubasi, pemasangan pin, insisi kulit, dan insisi duramater. Hasil penlitian didapatkan perbedaan signifikan penambahan klonidin pada levobupivakain 0,25% dengan kelompok kontrol terutama pada laju nadi dan diastole. Klonidin 2 mcg/kgBB pada beberapa waktu menunjukkan perbedaan signifikan dibanding dengan penambahan dosis klonidin 1 mcg/kgBB. Simpulan, penambahan klonidin pada scalp block levobupivakain efektif menurunkan respons hemodinamik terutama laju nadi dan tekanan darah diastole Differences in Hemodynamic Response to 1 and 2 mcg/kgBW Clonidine Addition to Scalp BlockAdding adjuvants to levobupivacaine can enhance and prolong the analgesic effect of peripheral nerve blocks. Clonidine has a synergistic action with local anesthetic agents. This study aimed to determine the effectiveness of adding clonidine 1 mcg/kgBW and 2 mcg/kgBW on scalp blocks as craniotomy analgesics. The study included 30 patients who underwent a craniotomy at Dr. Moewardi Hospital Surakarta in May-August 2020. The study design was a double-blind, randomized clinical trial with statistical analysis using one-way ANOVA or Kruskal Wallis trials. Subjects were divided into three groups: group I, scalp block with 0.25% levobupivacaine; group II, scalp block plus clonidine 1 mcg/kgBW; and group III, scalp block plus clonidine 2 mcg/kgBW. Assessment of blood pressure, MAP, and pulse rate was performed before intubation, pin placement, skin incision, and dura mater incision. The study results showed a significant difference in adding clonidine to 0.25% levobupivacaine with the control group, especially in the pulse rate and diastole. Clonidine 2 mcg/kgBW several times showed a significant difference compared to adding a dose of 1 mcg/kgBW clonidine. In conclusion, adding clonidine to levobupivacaine scalp block effectively reduces hemodynamic responses, especially pulse rate and diastolic blood pressure.