Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kebutuhan Bahan Bakar Pertalite Dan Gas Pada Motor Metik Injeksi Royan Hidayat; Rusnoto Rusnoto; Soebyakto; Irfan Santosa; Galuh Renggani willis
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 13 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/eng.v13i1.2017

Abstract

Candangan BBM semakin menipis dan impor minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri menjadi faktor utama penggunaan bahan bakar alternatif. Penggunaan bahan bakar alternatif perlu adanya kajian kelayakan bahan bakar salah satunya emisi dan konsumsi. LPG digunakan sebagai alternatif bahan bakar karena mudah diperoleh dipasaran dan tekanan output yang rendah. Konverter kit digunakan untuk mengkonversi bahan bakar LPG pada sepeda motor dengan sistem tekanan konstan. Keuntungan dari tekanan konstan, tabung penuh atau hampir habis tidak berpengaruh pada akselerasi kendaraan. Tujuan penelitian untuk memperoleh data perbandingan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor berbahan bakar bensin dan LPG. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah treatment by subject yaitu beberapa variasi perlakuan secara berturut-turut kepada sepeda motor yang sudah dimodifikasi kemudian dilakukan pengukuran untuk mengetahui konsumsi bahan bakar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Penelitian dilakukan dengan dua pengujian, yaitu pengujian standar dan pengujian eksperimen menggunakan bahan bakar LPG pada sepeda motor metik injeksi 110 cc. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar LPG konsumsi bahan bakar mengalami penurunan. Penurunan konsumsi bahan bakar mencapai pada pengujian jarak tempuh 10 km dan kondisi jalan yang sama
Sistem Penanganan Mitigasi Bencana Banjir Soebyakto
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jimkmc.v3i2.1637

Abstract

Sistem mitigasi bencana banjir adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Banjir terjadi ketika air meluap dari batas normal aliran sungai, anak sungai, atau badan air lainnya, atau terkumpul di daerah yang biasanya kering. Ada dua jenis banjir utama. Banjir genangan terjadi secara perlahan dan berkembang selama beberapa jam atau beberapa hari. Banjir bandang terjadi secara tiba-tiba, sering kali tanpa peringatan, dan biasanya disebabkan oleh hujan lebat. Meskipun banjir tahunan merupakan fenomena alam di banyak bagian dunia, praktik permukiman dan penggunaan lahan manusia telah meningkatkan frekuensi dan ukuran banjir. Banjir juga diperkirakan akan menjadi lebih sering dan parah karena perubahan iklim. Banjir dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan besar pada manusia, lingkungan, dan material bagi masyarakat. Banjir biasanya terjadi ketika hujan yang turun dalam jangka waktu yang lama selama beberapa hari, ketika hujan lebat turun dalam waktu yang singkat, yang menyebabkan sungai atau aliran air meluap ke daerah sekitarnya. Banjir juga dapat terjadi akibat kegagalan struktur pengendali air, seperti tanggul atau bendungan. Penyebab banjir yang paling umum adalah air akibat hujan yang terkumpul lebih cepat daripada kemampuan tanah untuk menyerapnya atau sungai untuk membawanya pergi. Dalam penangan banjir ini kita menggunakan konsep fisika yaitu fluida statis dan dinamis. Bentuk model volume dan luas daerah banjir digunakan konsep matematika
Analisa Literasi Genangan Air Hujan Kota Tegal Soebyakto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tegal terletak 165 km sebelah barat Kota Semarang atau 329 km sebelah Timur Jakarta. terletak di antara 109°08 '– 109°10' Bujur Timur dan 6°50 '– 6°53' Lintang Selatan, dengan wilayah seluas 39,68 Km² atau kurang lebih 3.968 Hektare. Kota Tegal berada di wilayah Pantura, dari peta orientasi Provinsi Jawa Tengah berada di Wilayah Barat, dengan bentang terjauh utara ke selatan 6,7 Km dan barat ke timur 9,7 Km. Ketinggian dari permukaan laut ialah ± 3 meter di wilayah utara dan barat, dengan struktur tanah didominasi oleh tanah pasir dan tanah liat. Curah hujan sepanjang tahun di Kota Tegal. Bulan dengan curah hujan terbanyak di Kota Tegal adalah Pebruari, dengan rata-rata curah hujan 551,4 milimeter. Topografi wilayah Kota Tegal merupakan dataran rendah dengan hulu sungai ke Laut Jawa, dan sedikit wilayah bergelombang dengan ketinggian ± 5-10 meter di atas permukaan laut pada bagian selatan dan timur. Genangan air hujan di wilayah utara dan barat disebabkan laju infiltrasi curah hujan terlalu kecil berkisar antara 0,01 – 0,065 mm/menit dan wilayah selatan dan timur sekitar 0,1 – 0,4 mm/menit. Dari sampel data yang diperoleh pada bulan April, didapat debit aliran air ke tempat saluran pembuangan berkisar antara 0,01 – 0,21 m3/s. Kemiringan daratan terhadap permukaan laut di wilayah utara dan barat, Dh = 1,3 m dan di wilayah selatan dan timur, Dh = 8,3 m.
Strategi Dan Program Penanganan Banjir Di Wilayah Brebes Soebyakto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Wilayah Brebes dan menyebabkan kerugian yang cukup berarti. Penanganan banjir menjadi penting dalam mengurangi risiko banjir dan melindungi masyarakat beserta aset-aset ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi dan program penanganan banjir di wilayah Brebes, serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Melalui studi pustaka dan analisis data sekunder, pengabdian ini menyajikan gambaran lengkap tentang strategi dan program penanganan banjir yang telah dilaksanakan di Kota Brebes dan sekitarnya. Beberapa strategi yang telah diterapkan termasuk pembangunan infrastruktur, pengelolaan sungai, pengendalian drainase. Program-program ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir, meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat, dan memperkuat koordinasi antar lembaga terkait. Namun, pelaksanaan strategi dan program pencegahan banjir dihadapkan pada beberapa kendala. Kendala utama meliputi volume banjir dan waktu lamanya banjir berlangsung, belum diketahui, sehingga cara penanganannya acak tidak dapat dikoordinasikan. Kami menulis artikel ini adalah salah satu upaya untuk mendapatkan strategi dan program pengendalian banjir berdasarkan data wilayah banjir dan data banyaknya curah hujan di wilayah Kabupaten Brebes.