Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Iklan Produk Chocolicious Melalui Media Sosial Instagram Tsalis Kurniawan Husain; Farizah Dhaifina Amran
Journal of Sustainable Research In Management of Agroindustry (SURIMI) Vol. 1 No. 1 (2021): SURIMI : April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.145 KB) | DOI: 10.35970/surimi.v1i1.534

Abstract

Chocolicious Indonesia is a company engaged in the downstream agribusiness industry that is actively conducting marketing activities through Instagram.  This research to analyzes the effectiveness of Chocolicious Indonesia’s products advertising through Instagram.  The method used is the descriptive analysis method. Sampling using the incidental sampling method with 100 respondents. The respondents are the followers of Chocolicious Indonesia’s Instagram account. This study conducted a validity and reliability test using SPSS software version 20. The analytical method used to measure the effectiveness of advertising is the EPIC model which includes four critical dimensions : empathy, persuasion, impact, and communication (EPIC).  The results showed that Chocolicious Indonesia’s product advertising through Instagram is very effective with a value of 4,21. The four dimensions measurement shows that the dimensions of empathy, persuasion, and communication are very effective. While the impact dimensions are in the effective category.
EFEKTIVITAS PEMASARAN PRODUK COKELAT MAKALATE MELALUI SMS BROADCAST (Studi Kasus pada CV. Kasih dan Sayang) Tsalis Kurniawan Husain; Farizah Dhaifina Amran
WIRATANI Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.982 KB)

Abstract

CV. Kasih dan Sayang merupakan produsen cokelat makalate yang berpusat di Makassar.  Perusahaan tidak pernah mengukur sejauh mana kegiatan pemasarannya berdampak pada penjualan dan dianggap efektif untuk menarik konsumen.  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pemasaran produk cokelat makalate melalui SMS broadcast dengan pendekatan Customer Respon Index (CRI) dan Return On Marketing Investment  (ROMI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah CRI dan ROMI.  Kedua metode ini untuk mengukur tingkat efektivitas suatu iklan/program pemasaran dari sisi respon audiens dan penggunaan investasi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan CRI, iklan SMS broadcast cokelat makalate efektif hanya sampai pada tahapan intentions (niat untuk membeli), namun tidak efektif untuk tahapan membeli produk cokelat makalate.  Perhitungan ROMI juga menunjukkan bahwa iklan SMS broadcast cokelat makalate tidak efektif dari segi investasi pemasaran karena nilai Hurdle Rate lebih besar dari perhitungan ROMI.
Manajemen Rantai Pasok pada Komoditi Cabai Merah (Capsicum annum L.) di Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar Ahmad, Ahmad; Muhammad Arhim; Achmad Nur Syawal Alwi; Trinoviyani, Trinoviyani; Hasniar, Hasniar; Isdaryanti, Isdaryanti; Farizah Dhaifina Amran
Wanatani Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i2.304

Abstract

Pemasaran memainkan peran penting dalam memaksimalkan pendapatan, sehingga distribusi yang efisien menjadi kebutuhan bagi komoditas cabai merah di Desa Galung Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis aliran produk, informasi, dan uang dalam rantai pasok cabai merah; (2) menghitung margin pemasaran; serta (3) mengukur efisiensi pemasaran. Penelitian dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2022 menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga saluran utama dalam rantai pasok: Saluran I (petani langsung ke konsumen), Saluran II (petani ke pengecer), dan Saluran III (pengepul ke pengecer dan konsumen). Aliran informasi bergerak lancar dari produsen ke konsumen dan sebaliknya, sementara aliran uang dihitung berdasarkan biaya yang dikeluarkan pembeli hingga diterima oleh petani. Margin pemasaran pada Saluran I sebesar Rp 0/kg karena cabai dijual langsung dari produsen ke konsumen tanpa perantara, sehingga tidak ada biaya tambahan. Saluran II memiliki margin Rp 9.481/kg yang sepenuhnya diperoleh pengecer untuk menutupi biaya operasional seperti transportasi, penyimpanan, dan kerugian akibat kerusakan cabai. Pada Saluran III, margin total mencapai Rp 9.481/kg, terdiri dari Rp 4.481/kg untuk pedagang pengumpul dan Rp 5.000/kg untuk pengecer, mencerminkan tambahan biaya dan keuntungan akibat rantai distribusi yang lebih panjang. Tingkat efisiensi pemasaran pada Saluran I, II, dan III masing-masing adalah 4,3%, 6,3%, dan 7,2%.