Entang Iskandar
Departemen Biologi, FMIPA, IPB

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepadatan Populasi dan Jenis Pakan Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus) di Hutan Mangrove, Kalimantan Timur Nur Rachman; Dyah Perwitasari-Farajallah; Entang Iskandar
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.119-137

Abstract

Lutung kelabu (Trachypithecus cristatus) merupakan salah satu primata dalam famili Cercopithecidae yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Habitatnya yaitu daerah pesisir mangrove, tepi pantai dan riparian. Saat ini, penelitian lutung kelabu banyak dilakukan di pulau Sumatera, namun masih kurang informasi di pulau Kalimantan. Salah satu habitat yang menarik adalah hutan mangrove hasil restorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kepadatan populasi lutung kelabu, serta mengindentifikasi jenis pakannya di Kelurahan Handil Baru, Kecaamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Informasi awal yang dapat digali adalah berupa kajian ekologi. Kepadatan populasi diketahui melalui pengamatan langsung dengan metode Concentration Count, sedangkan distribusi lutung dianalisis menggunakan software ArcGIS ver. 10.4. Penelitian ini menemukan tiga kelompok lutung kelabu pada kawasan mangrove Kelurahan Handil Baru, yang tersebar di wilayah Handil Baru Muara, Sungai Raden dan Sungai Mantri. Kepadatan populasi rata-rata yaitu sebesar 6,63 individu/ha di Handil Baru Muara 2,65 individu/ha di Sungai Raden dan 0,72 individu/ha di Sungai Mantri, dengan jumlah individu per kelompok antara 17-24 individu. Terdapat 22 jenis tumbuhan sebagai sumber pakan lutung kelabu. Kepadatan populasi dipengaruhi oleh luas penggunaan habitat, jumlah individu pada lokasi tersebut, serta ketersediaan pakan. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi pengelolaan habitat maupun pengembangan kawasan yang berkontribusi bagi kelestarian lutung kelabu.