Latar belakang: Platform pengiriman makanan saat ini menjadi tren yang meningkat, mengubah cara konsumen mengevaluasi dan membeli makanan pilihan sesuai keinginan mereka. Berbeda dengan masa lalu, jarak antara konsumen dengan makanan favoritnya saat ini berada di ujung jari. Menariknya, tidak banyak penelitian yang dilakukan untuk lebih memahami fenomena tersebut. Tujuan: Penelitian ini merupakan upaya awal untuk menganalisis perilaku pasca pembelian di platform food delivery dengan menggunakan persepsi kualitas makanan dan promosi penjualan sebagai anteseden. Kami juga menyelidiki apakah menjadi pecinta makanan memiliki peran moderat dalam hubungan. Metode: Data berasal dari 100 pengguna Grabfood di Surabaya. OLS akan digunakan untuk menganalisis pengaruh persepsi kualitas makanan dan promosi penjualan terhadap keputusan pembelian di Grabfood, salah satu dari tiga platform pesan-antar makanan terbesar di Indonesia. Selanjutnya, efek interaksi dengan menjadi pecinta makanan diperkenalkan ke dalam model. Ini harus menginformasikan apakah menjadi pecinta makanan atau tidak memperkuat efek kualitas makanan yang dirasakan dan promosi penjualan terhadap keputusan pembelian di Grabfood. Sebuah diskusi tentang hasil akan mengikuti setelah bersama dengan dampak manajerial langsung sebagai fokus utama.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sales Promotion tidak berpengaruh terhadap perilaku pasca pembelian, Perceived Food Quality berpengaruh positif terhadap perilaku pasca pembelian dan Food enthusiast tidak memiliki sifat moderasi pada pengaruh bahwa Sales Promotion dan Perceived Food Quality terhadap perilaku pasca pembelian pada platform pesan antar makanan Grabfood.