Nurmalinda Nurmalinda
UNIVERSITAS ISLAM RIAU

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Symbolic Interactionism in Ceremonies of Ritual Medicine in Malay Society in Riau Province Nurmalinda Nurmalinda
Journal of Urban Society's Arts Vol 8, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v8i2.5719

Abstract

The purpose of this study is to describe the symbolic interactions in the ritual ceremonies of medical treatment in Riau Province and the symbolic meanings of ritual ceremonies in the Malay community in Riau Province. This study uses descriptive qualitative methods. The medical rituals in Riau province studied include Kuantan, Bedikie, Menyemah, Pole, Cabut Kelo, Talam Muka Dua, Bokuan, and Buang Badi. These rituals are procedures for a medical ceremony carried out by a group of people in Riau Province, marked by the presence of several elements and components, namely the existence of time, the place of the ceremony, the ceremonial instruments, and the people who performed the ceremony. The study of symbolic interactionism in ritual ceremonies of the Malay community focuses on interactions that give rise to special meanings that create interpretation. The symbols used in the ceremonies result from mutual agreements. How things become a shared perspective and how an action gives special meanings can only be understood by those who perform the ceremonies. Mulyana’s symbolic interaction theory points out that self, social self, including control from other people’s perspectives, interpretations, and other meanings that appear in the interaction form three premises (1) humans act based on meanings; (2) meanings derive from interaction with others, (3) meaning develops and refines when interactions take place. Interaksionisme Simbolik Upacara Ritual Pengobatan dalam Masyarakat Melayu di Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  interaksi simbolik dalam upacara-upacara ritual pengobatan di Provinsi Riau dan makna simbol upacara-upacara ritual pengobatan kepada masyarakat Melayu di Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Ritual pengobatan yang terdapat di Provinsi Riau yang diteliti di antaranya Kumantan, Bedikie, Menyemah, Pole, Cabut Kelo, Talam Muka Dua, Bokuan, dan Buang Badi. Ritual-ritual ini merupakan tata cara dalam upacara pengobatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Provinsi Riau, ditandai dengan adanya beberapa unsur dan komponen, yaitu adanya waktu, tempat upacara dilakukan, alat-alat upacara, serta orang-orang yang melakukan upacara. Kajian interaksionisme simbolik dalam upacara ritual masyarakat Melayu menitikberatkan pada interaksi yang memunculkan makna-makna khusus yang melahirkan interpretasi. Simbol-simbol yang digunakan dalam upacara-upacara tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama. Bagaimana suatu hal menjadi perspektif bersama dan bagaimana suatu tindakan memberikan makna khusus hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang melakukannya. Teori interaksi simbolik Mulyana menyatakan bahwa diri, diri sosial, termasuk kontrol dari sudut pandang orang lain, interpretasi, dan makna lain yang muncul dalam interaksi membentuk tiga premis (1) manusia bertindak berdasarkan makna; (2) makna berasal dari interaksi dengan orang lain, (3) makna berkembang dan disempurnakan ketika interaksi berlangsung.
Pelaksanaan Pembelajaran Seni Kolase Dua Dimensi Menggunakan Limbah Plastik dan Kertas di SMA Negeri 7 Pekanbaru Devana Vionita Pratiwi; Nurmalinda Nurmalinda
Serupa The Journal of Art Education Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/stjae.v13i2.128298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran seni kolase dua dimensi menggunakan limbah plastik&kertas di SMA Negeri 7 Pekanbaru. Pendekatan yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan deskriptif data. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 7 Pekanbaru yaitu siswa kelas XI.7. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dideskripsikan dalam hasil penelitian. Pelaksanaan pembelajarannya sudah berjalan sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam RPP. Materi yang akan dipelajari dalam RPP yakni berkarya seni rupa. Dalam proses pembelajaran siswa diminta untuk berdiskusi mengenai materi dan dilanjutkan dengan membuat karya kolase. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran ini telah berjalan dengan baik. Penilaian dilakukan guru di akhir pembelajaran dengan tujuan agar peserta didik memahami materi dengan lebih baik.
Eksistensi Grup Musik Rebana Annisa di Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau Indri Angriani; Nurmalinda Nurmalinda; Idawati Idawati
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 1 (2025): Januari : Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v2i1.471

Abstract

This research aims to determine the existence of the Rebana Annisa Music Group in Kasikan village, Tapung Hulu District, Kampar Regency, Riau Province. The theories used in this research are M. Save Dagun's theory (in Gracia Destari Mujianto and Eko Raharjo, 2019: 129) and the book by Drs. Save M. Dagun with the title Philosophy of Existentialism, Rineka created 1990, with indicators namely Work Activities, Having Facts, and Efforts to Maintain Existence. The method used in this research is qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. In accordance with the title, this research was conducted in Kasikan village, Tapung Hulu District, Kampar Regency, Riau Province. The subjects in this research were 10 people. The findings of this research are (i) In view of the work activities of the Annisa Tambourine Music Group in Kasikan Village, it is still well known in the village and there are still many who use this Tambourine Music Group for events in Kasikan Village, marked with the practice schedule and implementation of the music group. (ii) Having facts, this Tambourine music group is recognized for its existence by performing songs which often contain songs that have educational elements in them as well as Islamic values ​​in them. (iii) The efforts made to maintain its existence, this Tambourine music group performs at events in Kasikan villages and adapts the songs they perform for these events, inviting successors such as young people or housewives to join in becoming members of Tambourine. and increasing interest among citizens, especially women, to join in establishing other tambourine music groups, so that the existing tambourine groups in Kaksian village continue to exist.