Industri gadai saat ini cukup menantang, bukan hanya pada sektor keuangan non bank saja akan tetapi sudah merambah ke masyarakat wilayah pedesaan melakukan system gadai. Dalam pelaksanaanya, alasan terjadinya transaksi ini adanya tuntutan kebutuhan ekonomi, sehingga mayoritas pihak yang melakukan praktik gadai lahan pertanian adalah masyarakat menengah kebawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian praktik gadai jika ditinjau dari ekonomi Syariah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi gadai lahan pertanian yang dilakukan oleh masyarakat guluk-guluk berawal dari rasa simpatisme atau meluapkan iwa sosialnya sehingga dapat saling membantu. Terdapat dua system yang digunakan sebagai acuan menggadaikan lahan ini yakni Sebagian pihak yang menerima gadai memberikan syarat ketentuan atas pengembalian pinjaman dengan memperhatikan objek yang digunakan dalam mengembalikan pinjaman yang sudah dibahas Ketika awal perjanjian dibuat.Apabila dilhat dari sudut pandang penerima gadai, pihak ini tidak merasa keberatan akan transaksi yang dilakukan. Akan tetapi jika pada akhir transaksi tidak sesuai akad awal dalam hal patokan harga yang ditentukan maka ransaksi ini tidak diperbolehkan. [The pawning industry is currently quite challenging, not only in the non-bank financial sector but has penetrated the community in rural areas to carry out the pawn system. In practice, the reason for this transaction is an economic need, so that the parties who practice pawning agricultural land are the lower middle class. The purpose of this study is to determine the practice of pawning from a Sharia economics point of view. The research method used is a descriptive approach. The results showed that the agricultural land pawn transactions carried out by the guluk-guluk community originated from a sense of sympathy or expressed their social spirit so that they could help each other. There are two systems that are used as a reference for mortgaging this land, namely that some of the parties who receive the pawn provide conditions on advice by taking into account the object used in returning the credit which was discussed when the initial agreement was made. feel speech about the transaction made. However, if at the end of the transaction it is not in accordance with the initial contract in terms of the specified price benchmark, then this transaction is not permitted.]