Syarif Hidayatullah
Universitas Gajah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gender and Religion: An Islamic Perspective Syarif Hidayatullah
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 39, No 2 (2001)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2001.392.324-340

Abstract

Membincang persoalan jender merupakan suatu trend baru yang saat ini tengah menjadi fenomena yang meluas dan cukup menyerap perhatian dan sorotan banyak kalangan. Dari mulai aktivis perempuan, akademisi, intelektual, ulama, kaum profesional, dan,bahkan, hingga kaum lelaki dan masyarakapt ada umumnya. seiring dengan semakin majunya cara berpikir dan prilaku manusia, maka semakin menggema dan dahsyatnya suara-suara yang menggugat berbagai ketidak adilan jender yang dialami kaum perempuan selama ini,.baik dalam sektor domestik maupun sektor publiknya. Ironisnnaya, yang paling disoroti dan dituding banyak orang sebagai biang dari ketidakadilan tersebut adalah eksistensi agama. Agama selain ini dijadikan sebagaai alat untuk mengabsahkan ketimpangan jender perempuan terhadap laki-laki. Padahal, agama pula yang menyuarakan tentang prinsip-prinsip universal, semacam keadilan dan kesetaraan derajat manusia. Karena itu, pada perkembangan kontemporer muncullah  suara-suara dan spirit baru dari sebagian agamawan dan kaum feminis untuk mereformasi cara memahami agamanya. Dari cara konvensional yang sarat dengan nuansa patriarkhalnya kepada cara baru yang lebih membebaskan dan mensterilkan diri dari tradisi lama tersebut. Di sinilah letak signifikansinya tulisan ini yang berupaya memberikan suatu kontribusi untuk mengkaji bagaimana umat Islam harus membangun kesadaran jender dalam melihat tradisi keagamaannya. Dari kajian ini terungkap bahwa pada paruh kedua abad 19 Masehi mulai tumbuh kesadaran. jender di kalangan umat Islam. Feminis Muslim menyuarakan penolakan atas ketidaksetaraan kontruksi jender dan dominasi laki-laki terhadap perempuan. Sebab itu, mereka melakukan berbagai ijtihad dalam mengartikuiasikan prinsip egalitarianism Islam yang semestinya. Dalam konteksi ni, menurut mereka,perlu dilakukan pembedaan secara demarkatis antara Islam sebagai agama dan Islam sebagai budaya.