Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Antiobesitas Ekstrak Cabai Pada Tikus Putih Jantan Siska Siska; Tahyatul Bariroh
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No. 2, 2022
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v9i2.35928

Abstract

Obesitas merupakan epidemik global untuk penyakit tidak menular yang ditandai dengan body mass index lebih dari 30 kg/m2. Data epidemiologis menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung capsaicin yang merupakan senyawa aktif utama yang terkandung pada cabai dan menyebabkan rasa pedas berkaitan dengan penurunan prevalensi obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi cabai terhadap profil lipid tikus yang diberi pakan tinggi lemak dan potensinya sebagai anti obesitas. Penelitian dilakukan pada 24 ekor tikus Sprague Dawley jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal (N) yang diberi pakan standar dan kelompok yang diberi pakan tinggi lemak (PTL) yang dibagi menjadi PTL yang diberikan obat simvastatin (PTLO), ekstrak alkohol 70% cabai merah (PTLM), cabai hijau (PTLH), dan cabai rawit (PTLR) dengan dosis 0,5 g/kg BB. Setiap 14 hari perlakuan, berat badan tikus ditimbang dan diambil darahnya secara retro orbitalis untuk didapatkan serumnya. Serum diuji kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL menggunakan spektrofotometer klinikal. Hasil yang didapat menunjukkan terdapat penurunan berat badan, kadar LDL, peningkatan kadar HDL (p<0.05), penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida (p>0.05). Hal ini menunjukkan ekstrak cabai memiliki potensi sebagai antiobesitas dengan parameter pengukuran profil lipid dan berat badan namun perlu penyesuai dosis dan waktu pemberian ekstrak.