Rika Yulia
Departemen Farmasi Klinis-Komunitas, Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya, Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Antibiotik Inhalasi pada Pasien Ventilator Associated Pneumonia: Kajian Sistematis dan Meta-Analisis Beryl Bayanaka; Fauna Herawati; Rika Yulia
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2022.11.1.51

Abstract

Antibiotik inhalasi dapat menjadi tambahan dalam terapi ventilator associated pneumonia (VAP) karena menghantarkan antibiotik secara langsung ke dalam lokasi infeksi di paru-paru untuk menyediakan konsentrasi antibiotik yang adekuat di paru-paru, sedangkan antibiotik intravena (IV) bekerja secara sistemik. Food and Drug Administration (FDA) dan European Medicine Agency sudah menyetujui beberapa antibiotik inhalasi sebagai terapi cystic fibrosis, tetapi belum ada antibiotik inhalasi yang disetujui untuk penggunaan VAP walaupun sudah ditemukan bukti yang mendukung. Tujuan ditulisnya kajian ini adalah untuk mengkaji efektivitas antibiotik inhalasi baik sebagai terapi adjuvan dengan IV ataupun terapi substitusi dalam pengobatan VAP. Efektivitas yang diteliti meliputi clinical cure, microbial cure, dan mortalitas. Penelitian ini merupakan kajian literatur dan meta-analisis yang menggunakan artikel dengan desain randomized control trial (RCT). Proses penelusuran pustaka dilakukan dengan menggunakan basis data PubMed. Kualitas artikel yang diinklusi dinilai dengan Critical Appraisal Skill Programme (CASP) checklist dan reputasi jurnal. Total terdapat 7 penelitian yang diikutsertakan dalam kajian akhir dan meta-analisis. Hasil meta-analisis antibiotik inhalasi sebagai terapi adjuvan maupun substitusi tidak menunjukan hasil positif pada tingkat kesembuhan klinis (RR=1,07; 95% CI=0,86–1,32) dan mortalitas (RR=1,09; 95% CI=0,83–1,43). Hasil meta-analisis penggunaan antiobiotik inhalasi sebagai terapi adjuvan menunjukan hasil positif dalam mengeradikasi mikroba (RR=1,56; 95% CI=1,13–2,17), namun tidak menunjukkan keuntungan dalam eradikasi mikroba apabila digunakan sebagai terapi substitusi (RR=1,21; 95% CI=0,86–1,71). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik inhalasi sebagai terapi adjuvan ataupun monoterapi tidak efektif dalam memperbaiki tingkat kesembuhan klinis dan mortalitas pasien VAP, namun penggunaan antibiotik inhalasi sebagai adjuvan mampu mengeradikasi mikroba lebih baik dibandingkan tanpa antibiotik inhalasi.Kata kunci: Antibiotik, inhalasi, aerosol, pneumonia, ventilator mekanis Effectiveness of Inhaled Antibiotics in Ventilator Associated Pneumonia: A Systematic Review and Meta-AnalysisAbstractInhaled antibiotics are adjunct to ventilator-associated pneumonia (VAP) therapy because they are delivered directly to the infection site of the lungs, while intravenous (IV) antibiotics work systematically. The Food and Drug Administration (FDA) and the European Medicine Agency have approved several inhaled antibiotics for cystic fibrosis treatment. However, none have been approved for VAP use, even with supporting evidence. Therefore, this study aimed to evaluate the effect of inhaled antibiotics as adjuvant therapy with IV or substitute in the treatment of VAP. The effect was measured based on clinical cure, microbial cure, and mortality. This study is a literature review and meta-analysis using a randomized control trial (RCT) design. The parameters measured were a clinical cure, microbial cure, and mortality. Furthermore, the literature search was conducted using the PubMed database. The included articles’ quality was assessed using the Critical Appraisal Skill Program (CASP) checklist and the journal’s reputation. Furthermore, 7 studies were included in the final review and meta-analysis. The results showed that the meta-analysis of inhaled antibiotics as adjuvant or substitution therapy is negative on clinical cure rates (RR=1,07; 95% CI=0,86–1,32) and mortality (RR=1,09; 95% CI=0,83–1,43). The analysis of inhaled antibiotics as adjuvant therapy was positive in microbiological cure (RR=1,56; 95% CI=1,13–2,17) but has no benefit as substitution therapy (RR=1,21; 95% CI=0,86–1,71). It can be concluded that using inhaled antibiotics as adjuvant therapy or monotherapy is ineffective in improving the clinical cure rate and mortality of VAP patients while using it as an adjuvant alone can eradicate microbes better.Keywords: Antibiotics, inhalation, aerosol, pneumonia, mechanical ventilator