Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Okupansi Mamalia Besar Pada Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Bakhtiar Aji; Mirza Dikari Kusrini; Dede Aulia Rahman
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.2.317-329

Abstract

PLTP merupakan sumber energi terbarukan alternatif untuk mencukupi kebutuhan energi yang meningkat. Potensi sumber energi ini sebagian besar berada di ekosistem hutan & memberikan dampak ekologi. PT Supreme Energi Rantau Dedap (SERD) adalah salah satu pengembang PLTP pada Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Patah, Sumatera Selatan. Untuk tujuan kajian kekayaan spesies mamalia besar dan okupansinya, penelitian ini menggunakan data pemantauan kamera perangkap milik SERD yang dipasang selama tahap eksplorasi dan konstruksi. Data kemudia dianalisa menggunakan pemodelan okupansi single season dengan parameter dampak perubahan habitat (distance), cahaya malam (light), dan perbedaan tipe habitat hutan berdasarkan ketinggian (elevation). Total 13 dari 14 mamalia besar terekam oleh kamera perangkap dan satu melalu laporan pertemuan langsung. Sebagian besar model okupansi terbaik adalah dengan kovariat konstan. Hog badger dan Muntjak merupakan mamalia besar yang konsisten dengan okupansi tinggi antara okupansi naif dan hasil model. Empat spesies mamalia yang tingkat okupansi dipengaruhi dampak kegiatan PLTP yaitu Surili, Babi Hutan, Tapir dan Hog badger. Hasil ini menggambarkan bahwa, pada rentang tahap pengembangan, mamalia besar masih menggunakan habitat di wilayah pengembangan PLTP meskipun beberapa spesies memberikan respons negatif terhadap dampak yang ditimbulkan. Sedangkan pada tahap konstruksi, kekayaan spesies cenderung lebih tinggi namun dengan tingkat deteksi lebih rendah dan tingkat okupansi beragam untuk tiap spesies mamalia besar.