Erdi Effendi Nasution
Program Pendidikan Spesialis Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penatalaksanaan Aesthetic Crown Lengthening untuk Perawatan Gummy Smile Berhubungan dengan Altered Passive Eruption Erdi Effendi Nasution; Rini Octavia Nasution
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.65311

Abstract

Senyum yang sehat dan indah dapat menunjang penampilan dan menambah kepercayaan diri seseorang. Senyuman terbentuk dari harmonisasi yang baik antara gigi dalam relasi dengan tulang alveolar dan gingiva sebagai bagian dari rongga mulut. Excessive ginigival display atau gummy smile, mahkota klinis yang pendek sering menjadi keluhan pasien. Salah satu penyebab gummy smile dan mahkota klinis pendek adalah altered passive eruption (APE). Crown lengthening dapat dilakukan dengan pengurangan tulang (gingivektomi dengan pengurangan tulang) atau tanpa pengurangan tulang (gingivektomi). Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan koreksi APE dengan bedah crown lengthening dengan pengurangan tulang untuk mengembalikan fungsi dan estetika. Seorang wanita berusia 24 tahun datang ke Departemen Periodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sumatera Utara, mengeluhkan tinggi gusi pada gigi depan tidak sama tinggi dan dianggap kurang estetis saat tersenyum. Pasien juga mengeluhkan gigi depan rahang atas yang pendek. Setelah melakukan analisa klinis dan radiografi yang berkaitan dengan estetika dan jaringan periodontal, crown lengthening dengan pengurangan tulang dipilih menjadi perawatan pasien ini. Hasil perawatan yang diperoleh cukup baik, margin gingiva terlihat sesuai dengan gingival zenith dan meningkatkan profil senyum pasien. APE sebagai etiologi gummy smile pada pasien ini dapat diperbaiki. Tidak ada komplikasi pasca bedah seperti rasa sakit yang berlebihan, infeksi dan sensitivitas. Diagnosis yang tepat, rencana perawatan dan teknik bedah yang baik dapat memberikan kepuasan dan senyum pasien yang harmonis.