Era globalisasi saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi itu perkembanganya sangat pesat dan hampir semua bidang menuntut serba cepat dan instan maka dari itu sumber daya manusia yang mandiri sangat diperlukan, untuk mempertahankan eksistensi pesantren saat ini maka pesantren harus mampu beradaptasi sesuai dengan perkembangan masyarakat, sehingga pesantren mampu membentuk manusia yang kreatif, cakap dan mandiri, termasuk para santri pesantren Pemberdayaan Ummat An-Nahl Pamijahan Bogor yang mendapat pendidikan melalui progam life skill yang ada dipesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana progam life skill, kemandirian santri dan peran progam life skill terhadap kemandirian santri di Pesantren Pemberdayaan Ummat An-Nahl Pamijahan Bogor. Life skill adalah keahlian, kemampuan dan kecakapan hidup dalam mengahadapi berbagai macam problem kehidupan. Kemandirian adalah kemampuan untuk memecahkan masalah dan mengambil resiko setiap tindakan, cara berfikir mengelolah waktu dan tidak membutuhkan petunjuk yang detail dan terus menerus dalam menjalankan tugas, mencapai sesuatu yang di tuju dan dapat mengelola sesuatu sesuai dengan apa yang diharapkan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian tersebut ditemukan bahwa program life skill yang ada di Pesantren Pemberdayaan Ummat An-Nahl Pamijahan Bogor itu dibagi menjadi dua yang pertama adalah program life skill umum dan yang kedua yaitu program life skill khusus seperti program pertanian, perikanan, dan peternakan. Kemandirian santri di pesantren Pemberdayaan Ummat An Nahl Pamijahan Bogor, sangat bagus dan telah melekat pada diri santri yang memiliki kemandirian yang tinggi dan beragam seperti bekerja keras, memiliki inisiatif sendiri, memperbaiki lampu, memperbaiki kran sendiri, memiliki rasa tanggungjawab, menjalankan tugas dengan baik tanpa diperintah secara terus-menerus. Program life skill dipesantren Pemberdayaan Ummat An-Nahl Pamijahan Bogor ini mempunyai peran besar terhadap kemandirian santri. Yaitu menumbuhkan, memunculkan, melahirkan, dan menguatkan perilaku – perilaku mandiri dalam diri santri