Nurweni Sapta Wuryandari
Badan Riset dan Inovasi Nasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ketidakterpenuhinya Hak Warga Negara Terhadap Kaum Minoritas dalam Karya Sastra Nurweni Sapta Wuryandari
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v8i1.1539

Abstract

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah ketidakterpenuhinya hak warga negara terrhadap kaum minoritas yang tercermin dalam karya sastra? dan (2) bagaimana mensiasati ketidakpenuhinya hak warga negara  terhadap kaum minoritas dalam karya sastra. Selanjutnya, tujuan penelitian adalah menggali kompleksitas isu-isu ketidakterpenuhinya hak warga negara, terutama terhadap kaum minoritas yang tercermin  dalam karya sastra. Metode yang digunakan adalah deskripstif kualitatif yang dilakukan dengan memaparkan secara mendalam hak warga negara yang tergambar dalam karya sastra. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi sastra yang mengacu pada pandangan Sapardi Djoko Damono. Sapardi  beranggapan bahwa sastra merupakan cermin langsung dari berbagai segi struktur sosial, hubungan kekeluargaan, pertentangan kelas, dan lain-lain. Pengambilan data dilakukan melalui kepustakaan, yaitu dengan teknik simak dan catat isi novel yang menggambarkan masalah penelitian.  Dari hasil penelusuran, cerpen “Anak Itu Mau Mengencingi Jakarta” karya Ahmad Tohari dan novel “Perempuan Panggung” karya Imam Budhi Santosa, diperoleh gambaran bahwa ketidakterpenuhinya hak warga negara terhadap kaum minoritas, antara lain, berupa ketimpangan dan ketidakadilan. Ketimpangan dan ketidakadilan hak warga negara, bukan saja terhadap warga negara laki-laki dan perempuan, tetapi juga  hak hidup anak-anak yang belum dewasa. Ketimpangan tersebut dapat disiasati sehingga hak warga negara teratasi secara maksimal. Kata kunci: Hak warga negara, ketimpangan, dan ketidakadilan.