Arina Mustafidah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Flores Menjadi Njawani: Internalisasi Budaya Jawa ke Dalam Kepribadian Santri Asal Flores Arina Mustafidah; Prasetio Rumondor
PSIKODIMENSIA Vol 21, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v21i1.4108

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan tahapan-tahapan internalisasi budaya Jawa yang terjadi kepada santri Flores. Informan penelitian ini merupakan tiga santri asal Flores yang tinggal di salah satu pondok pesantren di Yogyakarta.  Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan untuk mendeskripsikan pengalaman pribadi santri yang mengalami secara apa adanya dan bersifat alamiah. Hasil temuan dari penelitian ini menguraikan berbagai tahapan yang telah dilalui oleh santri asal Flores agar menjadi pribadi yang njawani. Tahapan tersebut mulai dari (1) penanaman nilai-nilai, aturan, norma budaya Jawa seperti unggah-ungguh oleh kiai kepada santri dengan proses modeling dan imitasi; (2) rangkuman nilai-nilai merumuskan sebuah belief (kepercayaan); (3) belief yang membentuk suatu attitude (sikap); (4) sikap-sikap yang ditunjukkan akan menjadi character (watak); dan (5) character akan melahirkan kepribadian. Adapun kepribadian njawani ini adalah hasil akhir akumulasi dari berbagai proses internalisasi budaya dan bahasa Jawa yang telah dialami oleh santri asal Flores. Bentuk-bentuk kepribadian njawani yang didapati merupakan manifes dari sebuah ‘rasa’ yang menjadi tolok ukur perilaku orang Jawa, yakni ngerasaake, rumangsa, nriman/narima, wedi, isin dan sungkan.Kata kunci: Budaya Jawa, internalisasi, modeling, kepribadian njawani, pesantren  AbstractThe purpose of this study was to explain the stages of internalization of Javanese culture that occurred to Flores students. The study was conducted on three students from Flores who live in one of the Islamic boarding schools in Yogyakarta. Subjects were taken using purposive sampling technique. A qualitative phenomenological approach is used to describe the personal experiences of students who experience what they are and are natural. The findings of this study describe the various stages that have been passed by students from Flores in order to become njawani individuals. These stages start from (1) inculcating Javanese values, rules, cultural norms such as uploading-ungguh by the kiai to the santri with the process of modeling and imitation; (2) a summary of values formulating a belief (belief); (3) belief that forms an attitude (attitude); (4) the attitudes shown will become a character; and (5) character will give birth to personality. The njawani personality is the final result of the accumulation of various processes of internalizing Javanese culture and language that have been experienced by students from Flores. The forms of njawani personality that were found were manifestations of a 'rasa' which became the benchmark of Javanese behavior, namely rasaake, rumangsa, nriman/narima, wedi, isin and sungkan.Keywords: Javanese culture, internalization, modeling, njawani personality, pesantren. 
Analisa Guided Imagery pada Intensitas Nyeri Pasca Pemasangan KB Implant Gurnita, Fauziah Winda; Indah Wulaningsih; Arina Mustafidah
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.465

Abstract

Implan merupakan salah satu kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang paling banyak digunakan. Salah satu kerugian yang dapat dialami juga yaitu rasa nyeri saat pemasangan maupun pasca pemasangan alat kotrasepsi implant tersebut. Guided imagery merupakan terapi modalitas untuk menekan rasa nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh guided imagery terhadap intensitas nyeri pada ibu pasca pemasangan KB implant.  Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment. Sampel yang digunakan sebanyak 26 ibu pasca pemasangan KB implant di Puskesmas Demak II. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui tingkat nyeri sebelum dan sesudah perlakuan dan analisis bivariat menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Semua ibu post pemasangan implant  mengalami penurunan tingkat nyeri setelah diberikan guided imagery dengan mean rank (rata-rata peringkat) yaitu 13,5 dengan nilai P=0,000. Kesimpulan: Guided imagery berpengaruh terhadap nyeri pada ibu pasca pemasangan KB implant.