Dendi Rona Purnama
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH FENOMENA SUNSPOT TERHADAP VARIASI SUHU UDARA DAN KELEMBAPAN RELATIF DI KOTA MEDAN Yosafat Donni Haryanto; Nelly Florida Riama; Dendi Rona Purnama
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 23, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.525 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v23i2.781

Abstract

Pengaruh aktivitas Matahari terhadap cuaca dan iklim telah menjadi topik penelitian setelah siklus 11 tahunan sunspot ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sunspot terhadap variasi suhu udara dan kelembapan relatif (RH) di Kota Medan. Dalam penelitian ini digunakan data rata-rata harian suhu udara dan RH selama 30 tahun dari tahun 1985 – 2014 di Stasiun Meteorologi Kualanamu yang diperoleh dari BMKG. Sementara itu, data bilangan sunspot (sunspot number) harian tahun 1985 – 2014 diperoleh dari Solar Influences Data Analysis Center (SIDC) - The Royal Observatory of Belgium (RWC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi R² antara sunspot number dengan parameter suhu udara dan RH secara berturut-turut adalah 0,9 dan 2,2. Sementara itu, koefisien korelasi antara sunspot number dengan parameter suhu udara dan RH secara berturut-turut adalah -0,058 dan 0,038. Semua variabel menunjukkan p-value <0,05 yang berarti signifikan secara statistik. Sehingga, peningkatan bilangan sunspot berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan suhu udara dan peningkatan RH di Kota Medan.
Kajian Dinamika Atmosfer saat Terjadinya Cold Surge, Southerly Surge, dan Borneo Vortex dengan Memanfaatkan Model WRF Dendi Rona Purnama; Wiliam Wiliam; Sinto Lestari; Yosafat Donni Haryanto; Nelly Florida Riama
POSITRON Vol 11, No 1 (2021): Vol. 11 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.175 KB) | DOI: 10.26418/positron.v11i1.45762

Abstract

Fenomena cuaca seperti cold surge, southerly surge, dan Borneo vortex dapat menjadi penyebab anomali musim hujan di Indonesia. Penelitian ini mengkaji dinamika atmosfer saat terjadinya cold surge, southerly surge, dan Borneo vortex di benua maritim Indonesia (BMI) bagian barat pada tanggal 9 – 15 Desember 2012 dengan memanfaatkan model weather research and forecasting (WRF). Penelitian ini menggunakan final global data. Untuk verifikasi digunakan data angin, kelembapan relatif, curah hujan hasil observasi, serta data curah hujan global satellite mapping of precipitation (GSMaP). Metode yang digunakan adalah metode statistik dan deskriptif. Hasilnya didapatkan bahwa model WRF mampu merespon kehadiran cold surge, southerly surge dan Borneo vortex dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan nilai  mean absolute error (MAE) pada kelembapan relatif, kecepatan angin, dan curah hujan yang secara umum masih di bawah nilai toleransi kesalahan. Nilai korelasi yang sangat kuat juga didapatkan pada unsur curah hujan. Namun, model WRF belum mampu mengikuti pola spasial curah hujan GSMaP. Hasil kajian menggunakan keluaran model WRF didapatkan bahwa kehadiran southerly surge mengurangi intensitas cold surge dan Borneo vortex serta menyebabkan penurunan curah hujan di BMI bagian barat. Sementara itu, meningkatnya intensitas cold surge dan Borneo vortex menyebabkan peningkatan curah hujan di BMI bagian barat.
PENGARUH FENOMENA SUNSPOT TERHADAP VARIASI SUHU UDARA DAN KELEMBAPAN RELATIF DI KOTA MEDAN Yosafat Donni Haryanto; Nelly Florida Riama; Dendi Rona Purnama
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v23i2.781

Abstract

Pengaruh aktivitas Matahari terhadap cuaca dan iklim telah menjadi topik penelitian setelah siklus 11 tahunan sunspot ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sunspot terhadap variasi suhu udara dan kelembapan relatif (RH) di Kota Medan. Dalam penelitian ini digunakan data rata-rata harian suhu udara dan RH selama 30 tahun dari tahun 1985 – 2014 di Stasiun Meteorologi Kualanamu yang diperoleh dari BMKG. Sementara itu, data bilangan sunspot (sunspot number) harian tahun 1985 – 2014 diperoleh dari Solar Influences Data Analysis Center (SIDC) - The Royal Observatory of Belgium (RWC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi R² antara sunspot number dengan parameter suhu udara dan RH secara berturut-turut adalah 0,9 dan 2,2. Sementara itu, koefisien korelasi antara sunspot number dengan parameter suhu udara dan RH secara berturut-turut adalah -0,058 dan 0,038. Semua variabel menunjukkan p-value <0,05 yang berarti signifikan secara statistik. Sehingga, peningkatan bilangan sunspot berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan suhu udara dan peningkatan RH di Kota Medan.