This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kedokteran
Antonius Hapindra Kasim
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tinjauan Sistematis : Penamaan Titik Akupunktur yang Tidak Sesuai dengan Kaidah Nomenklatur WHO pada Penelitian 5 Tahun Terakhir Antonius Hapindra Kasim
Unram Medical Journal Vol 11 No 2 (2022): vol 11 no 2 2022
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v11i2.701

Abstract

Latar belakang : Akupunktur merupakan terapi pengobatan yang telah digunakan sejak 2500 tahun lalu dan kini telah digunakan luas di berbagai belahan dunia termasuk Eropa dan Amerika. Perbedaan bahasa yang digunakan dalam penamaan titik akupunkur menyebabkan kesulitan dalam pertukaran informasi mengenai akupunktur. Oleh karena itu pada tahun 1984 WHO menertbitkan “standar acupuncture nomenclature” sebagai sistem penamaan akupunktur standar di seluruh dunia. Namun pada prakteknya masih banyak ditemui publikasi menuliskan titik akupunktur tidak sesuai sistem nomenklatur WHO. Tujuan : mengetahui jumlah publikasi ilmiah yang menuliskan titik akupunktur tidak sesuai sistem nomenklatur WHO, dan bentuk ketidaksesuaian yang umum terjadi. Metode : pencarian literatur menggunakan 1 database yaitu Pubmeb, dengan menggunakan kata kunci “acupuncture”, “acupoint”, dan “randomized controlled trial”. Publikasi ilmiah yang sesuai dengan kriteria inklusi penulisan titik akupunkturnya bila sudah menggunakan kaidah yang sesuai WHO, yang tidak sesuai dicatat dalam tabel dibagian hasil. Hasil : dari 1868 publikasi ilmiah yang ditemukan, terdapat 983 artikel yang ditelaah, dan ditemukan 663 (67.44%) publikasi ilmiah yang penulisan titik akupunktur telah sesuai dengan standar nomenklatur WHO, dan terdapat 320 (32.55%) publikasi yang tidak sesuai dengan standar nomenklatur WHO. Dari 320 publikasi yang tidak sesuai tersebut, terdapat beberapa bentuk ketidaksesuaian yang paling sering ditemukan, antara lain: kode numerik tidak sesuai kode WHO, diantara kode alfabet dan kode numerik terdapat tanda spasi, atau diberi tanda strip (-), dan kombinasi lebih dari satu bentuk penulisan yang tidak sesuai. Kesimpulan : masih cukup banyak peneliti/praktisi akupunktur di dunia yang belum memahami dan/atau menerapkan penulisan titik akupunktur menurut sistem nomenklatur WHO.