Aditya Mulya Pratama
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Taman Anak Cerdas Kota Surakarta sebagai Penunjang Kota Layak Anak (KLA) Aditya Mulya Pratama; Nur Rahmawati Syamsiyah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.352 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.18408

Abstract

Konferensi Habitat II atau City Summit yang diadakan di Turki tahun 1996, menghasilkan gagasan tentang Kota Layak Anak (KLA). Tahun 2005 Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengenalkan KLA dan menunjuk Kota Surakarta menjadi salah satu pilot project pengembangan KLA. Penerapan konsep KLA yang telah dilakukan Pemerintah Kota Surakarta adalah Taman Anak Cerdas atau TAC. Saat ini Kota Surakarta memiliki 13 TAC yang tersebar di 5 Kecamatan. Peraturan tentang TAC terdapat dalam Peraturan Walikota Surakarta No.6 Tahun 2008. TAC bertujuan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan belajar IT, mengembangkan bakat dan mendapat tempat bermain. Dari 13 TAC tentunya memiliki perbedaan aktivitas yang dapat dilakukan di TAC tersebut. Karena itu timbul pertanyaan tentang apakah fasilitas dan aktivitas di 13 TAC memiliki karakteristik tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil apakah fasilitas dan kegiatan pada 13 TAC memiliki ciri khas atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana pencarian data dengan observasi secara langsung serta melakukan dokumentasi dan wawancara terbuka kepada pengelola dan pengunjung. Analisis dan pembahasan dengan diskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa karakteristik TAC Kota Surakarta terbagi dalam 3 kategori yaitu berdasarkan aktivitas, fasilitas, dan style bangunan. Aktivitas di TAC ditunjang oleh beberapa fasilitas yang mendukung kecerdasan anak melalui permainan logika, permainan atraktif (motorik aktif) dan permainan tradisional. Sementara itu style bangunan dari semua TAC didominasi bangunan berbentuk pendopo. Bentuk ini memiliki makna kerukunan atau guyub sehingga dapat menjadi ciri khas TAC di Surakarta.