Luq Yana Chaerunnisa
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menumbuhkan Kreativitas Mengajar Guru Melalui Penerapan Pembelajaran Daring Berbasis Teknologi Melalui GSE (Google Suite Education): Kasus di MI Miftahul Akhlaqiyah Bringin Semarang Luq Yana Chaerunnisa; Andi Prastowo
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 14, No 2 (2022): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mad.v14i2.12738

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kreativitas mengajar yang dilakukan oleh guru MI Miftahul Akhlaqiyah dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Sebagaimana diketahui bahwa internet merupakan elemen penting sebagai sumber belajar dan media pembelajaran bagi peserta didik. Guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Bantuan pemerintah melalui GSE (Google Suite Education) merupakan langkah yang tepat untuk memanfaatkan fitur yang ada didalamnya sebagai penunjang proses pembelajaran. Aplikasi tersebut memiliki berbagai macam fitur seperti google classroom dan google meet yang memudahkan guru untuk melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Google Suite Education memudahkan guru dalam melakukan proses pembelajaran. GSE memiliki banyak fitur yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran, seperti Google Classroom, Drive, Google meeting, akses video dan materi dapat tersimpan dengan mudah. Kata Kunci. Teknologi, Pandemi Covid-19, Google Suite Education, Sekolah Dasar, Kreativitas Mengajar Guru.Abstract. The purpose of this study was to determine the teaching creativity carried out by MI Miftahul Akhlaqiyah teachers in the implementation of online learning. As it is known that the internet is an important element as a source of learning and learning media for students. Teachers are required to be more creative and innovative. Government assistance through GSE (Google Suite Education) is the right step to take advantage of the features in it to support the learning process. The application has various features such as google classroom and google meet that make it easier for teachers to carry out technology-based learning during the Covid-19 pandemic. This research uses case study method. The author uses interview data collection techniques, observation and documentation. The results of this study indicate that Google Suite Education makes it easier for teachers to carry out the learning process. GSE has many features that can be used to support the learning process, such as Google Classroom, Drive, Google meetings, access to videos and materials that can be stored easily.Keywords. Technology, Covid-19 Pandemic, Google Suite Education, Elementary School, Teacher Teaching Creativity.
Integrasi Pendidikan Berbasis Gender Dengan Ilmu Islam (Studi Kasus di MI Miftahul Akhlaqiyah Bringin Semarang) Luq Yana Chaerunnisa
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 5 No. 1 (2023): el Bidayah, March 2023
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v5i1.2509

Abstract

This study aims to determine the teacher's role in the implementation of gender-based integration of basic education with Islamic science. Understanding The integration of gender-based education with Islamic knowledge will affect the development and formation of the mindset and personality of children in adulthood, as well as efforts to minimize acts of sexual violence and gender inequality. This study uses a descriptive qualitative study. With data collection techniques through documentation, namely interviews, data collection from articles, web, books and so on. The research subjects were the principal, educator at MI Miftahul Akhlaqiyah Bringin Semarang. The results of the study indicate that the implementation of the integration of gender-based basic education with Islamic knowledge is carried out through habituation, example, and the absence of discriminatory attitudes by educators in the learning process. In addition, there are no special materials or themes regarding gender studies in the lesson plans, because gender values have been integrated with Islamic science in the learning process. [Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru terhadap pelaksanaan integrasi pendidikan dasar yang berbasis gender dengan ilmu islam. Pemahaman Integrasi pendidikan berbasis gender dengan ilmu Islam akan mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pola pikir dan kepribadian anak di masa dewasa, sekaligus upaya untuk meminimalisir adanya tindak kekerasan seksual dan ketidaksetaraan gender. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, yakni wawancara, pengumpulan data dari artikel, web, buku dan lain sebagainya. Subjek penelitian ialah pendidik di MI Miftahul Akhlaqiyah Bringin Semarang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan integrasi pendidikan dasar berbasis gender dengan ilmu islam dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, serta tidak adanya sikap diskrirminatif oleh pendidik dalam proses pembelajaran. Tidak ada materi ataupun tema khusus mengenai kajian gender dalam RPP, karena nilai-nilai gender telah diintegrasikan dengan ilmu islam dalam proses pembelajaran]