Deva Juniarti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kearifan Lokal Makanan Tradisional: Tinjauan Etnis Dan Fungsinya Dalam Masyarakat Suku Pasmah di Kaur Deva Juniarti
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2021.v9i2.4833

Abstract

Kearifan Lokal dalam sistem sosial tercermin dalam keadaan masyarakat yang aman, terpeliharanya kehidupan yang akrab dan penuh gotong royong. Makan bukan hanya soal makan tetapi proses di balik itu, yaitu bagaimana menjadikan makan sebagai cita rasa warisan budaya. Makanan tradisional merupakan wujud budaya yang berciri kedaerahan, spasifik, beraneka  macam dan jenis yang mencerminkan potensi alam daerah masing-masing. kebudayaan ini sebuah tardisi yang turun temurun menjadi makanan tradisional, khusunya makanan lemang, bipang, dan buak yang menjadi makana yang sampai saat ini masih exsis. Di kaur makanan tersebut menjadi kearifan lokal karena makan tersebut menjadi ciri khas makanan suku pasemah.fungsi  makanan tradisional di masyarakat suku pasemah di antaranya dapat di lihat dari menjalin ikatan sosial, kerukunan antar warga, mempererat persaudaraan,  termasuk untuk penanaman nilai-nilai spiritual dengan kata  lain bahwa makanan tradisional memiliki fungsi sebagai fungsi sosial, fungsi keagamaan, dan sebagai fungsi simbolik.  
Kearifan Lokal Makanan Tradisional: Tinjauan Etnis Dan Fungsinya Dalam Masyarakat Suku Pasmah di Kaur Deva Juniarti
Bakaba Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.432 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2021.v9i2.4833

Abstract

Kearifan Lokal dalam sistem sosial tercermin dalam keadaan masyarakat yang aman, terpeliharanya kehidupan yang akrab dan penuh gotong royong. Makan bukan hanya soal makan tetapi proses di balik itu, yaitu bagaimana menjadikan makan sebagai cita rasa warisan budaya. Makanan tradisional merupakan wujud budaya yang berciri kedaerahan, spasifik, beraneka  macam dan jenis yang mencerminkan potensi alam daerah masing-masing. kebudayaan ini sebuah tardisi yang turun temurun menjadi makanan tradisional, khusunya makanan lemang, bipang, dan buak yang menjadi makana yang sampai saat ini masih exsis. Di kaur makanan tersebut menjadi kearifan lokal karena makan tersebut menjadi ciri khas makanan suku pasemah.fungsi  makanan tradisional di masyarakat suku pasemah di antaranya dapat di lihat dari menjalin ikatan sosial, kerukunan antar warga, mempererat persaudaraan,  termasuk untuk penanaman nilai-nilai spiritual dengan kata  lain bahwa makanan tradisional memiliki fungsi sebagai fungsi sosial, fungsi keagamaan, dan sebagai fungsi simbolik.