This Author published in this journals
All Journal BERITA BIOLOGI
Ilham Kurnia Abywijaya
Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, Kebun Raya Purwodadi-LIPI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTER HABITAT, POPULASI, PRODUKTIVITAS, MORFOLOGI BUAH SERTA BIJI, PERILAKU SIMPAN DAN PERILAKU PERKECAMBAHAN Casearia flavovirens Blume Melisnawati H Angio; Dewi Lestari; Ilham Kurnia Abywijaya; Agung Sri Darmayanti; Esti Endah Aryanti
BERITA BIOLOGI Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v21i1.4178

Abstract

Casearia flavovirens Blume adalah tumbuhan endemik Jawa, Lesser Sunda Is., Malaya, Sumatera, Thailand dan Vietnam yang berstatus konservasi rentan menurut IUCN. Namun sampai saat ini, informasi tentang berbagai aspek C. flavovirens masih sangat terbatas. Oleh karena itulah penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi mengenai karakter habitat C. flavovirens, populasi, produktivitas, morfologi buah serta biji, perilaku simpan dan perilaku perkecambahannya yang diduga menjadi penyebab status kelangkaannya. Penelitian dilakukan pada November 2020 hingga Juni 2021 dengan mengobservasi kondisi habitat di TN Meru Betiri, mengobservasi biji dan buah, melakukan uji penyimpanan dan uji perkecambahan di bank biji Kebun Raya Purwodadi. Hasil studi menunjukkan C. flavovirens ditemukan tumbuh pada vegetasi pantai, di luasan yang sangat terbatas di Bandealit, Taman Nasional Meru Betiri. Hanya dua individu yang ditemukan dalam penjelajahan seluas 5.000 m2. Jumlah buah per pohon diperkirakan 1500-2000 buah, sementara rata-rata biji per buah adalah sebesar 30 biji/buah. Benih menunjukkan daya berkecambah rendah dan biji berkarakter simpan rekalsitran. Populasi kecil yang memicu inbreeding, faktor lingkungan dan kompetisi dengan tumbuhan lain diduga menjadi alasan mengapa anakan sulit ditemukan di sekitar induknya di habitat aslinya. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat untuk menunjang upaya konservasi dan melengkapi data ilmiah C. flavovirens.