Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Assembler Edu untuk Meningkatkan Keterampilan Guru Merancang Project-based Learning Sesuai Kurikulum Merdeka Belajar Saptono Nugrohadi; Muchamad Taufiq Anwar
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v16i1.11953

Abstract

This study aims to determine and describe: 1) student satisfaction regarding the introduction of Project Based Learning (PjBL) and Pancasila Student Profile training using Assembler Edu, 2) the relevance of PjBL introduction training and Pancasila Student Profile using Assembler Edu with the main functions of the teacher, and 3) Enter the teachers regarding the introduction of PjBL training and the Pancasila Student Profile using Assembler Edu. This research is a descriptive quantitative research. The analytical technique used is descriptive analysis using Python tools. In this study, training was held so that teachers could create projects using the Assembler Studio. The results of data analysis showed that the feedback or responses that the teachers showed related to the training carried out by the teachers were very good. the teachers are satisfied with the Assembler Edu training held by the teacher. The training that is followed can provide benefits for teachers in understanding the main tasks of teachers as students of Pancasila. In addition, the relevance of the training provided to teachers, and motivating teachers to be able to provide learning with PjBL according to the independent learning curriculum that utilizes Assembler Edu.
Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas X pada Pembelajaran Reaksi Redoks di Kurikulum Merdeka Saptono Nugrohadi; Iswatun Chasanah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i4.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada topik reaksi redoks dalam kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 2022 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes pilihan ganda sebanyak tujuh soal. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa materi yang paling banyak tidak dipahami siswa terkait dengan korosi besi. Soal tersebut tidak dapat dijawab dengan benar oleh sebanyak 16,3% siswa. Soal yang paling banyak kedua tidak dapat dijawab siswa adalah soal terkait dengan reaksi auto redoks. Soal tersebut tidak dapat dijawab dengan benar oleh sebanyak 11,4% siswa. Sedangkan soal yang paling sedikit siswa menjawab salah adalah soal yang terkait senyawa klor dan bilangan oksidasi, masing-masing secara berurutan sebanyak 2,5% siswa dan 5,0%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat siswa mengalami miskonsepsi pada topik reaksi redoks dalam kurikulum merdeka.
Analysis of Students' Understanding in Chemistry Learning with the Theme of Climate Change Katarina Herwanti; Saptono Nugrohadi; Mega Novita; Stanislaus Christo Petra Nugraha
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v2i1.102

Abstract

This study aims to evaluate students' understanding of climate change material in Chemistry learning at SMA Negeri 1 Salatiga. By analyzing data from 186 students who answered five HOTS-based questions after reading texts related to the impact of climate change and urbanization in Salatiga, this study found that the average student comprehension score reached 10.51 out of 13 maximum points. Student participation was relatively low with an engagement rate of only 43.2%. These findings provide insight into the effectiveness of environmental and climate change-based Chemistry learning strategies and recommend innovations to increase student engagement.
Empowering Students Through Real Actions and Local Wisdom: Integrating Climate Change Education for Sustainability Saptono Nugrohadi
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v2i1.103

Abstract

This article explores the integration of climate change education into chemistry lessons at SMA Negeri 3 Salatiga. The objective is to enhance students' environmental awareness and encourage their active participation in sustainability initiatives. Methods include implementing project-based learning, practical experiments, and collaborative discussions. Results reveal increased student understanding of concepts like the carbon cycle, greenhouse effect, and air pollution through hands-on activities and interdisciplinary approaches. These findings highlight the critical role of chemistry education in fostering environmental responsibility among students.
Asesmen HOTS Berbasis Isu Air melalui Bacaan Multibahasa dan Penalaran Kontekstual Siswa Katarina Herwanti; Saptono Nugrohadi; Stanislaus Christo Petra Nugraha; Dail Umamil Asri; Panca Dewi Purwati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i1.4083

Abstract

Isu air merupakan persoalan multidimensional yang melibatkan aspek lingkungan, sosial, dan pengambilan keputusan publik, sehingga relevan digunakan sebagai konteks dalam asesmen berpikir tingkat tinggi. Namun, praktik asesmen di satuan pendidikan masih cenderung menekankan penguasaan informasi faktual dan belum secara konsisten merekam penalaran kontekstual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik asesmen Higher Order Thinking Skills (HOTS) berbasis bacaan isu air dalam mengungkap penalaran kontekstual peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan dukungan analisis kualitatif terhadap pola respons peserta didik. Instrumen berupa paket soal HOTS berbasis bacaan reflektif dan informatif mengenai isu air, yang dirancang untuk menuntut analisis sebab akibat, inferensi makna, dan evaluasi solusi kontekstual. Hasil analisis menunjukkan bahwa asesmen berbasis bacaan isu air mampu mengungkap variasi kedalaman penalaran peserta didik, khususnya dalam mengaitkan informasi teks dengan konteks sosial dan lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan bacaan kontekstual dalam asesmen HOTS berpotensi memperkuat kualitas evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada penalaran dan pemahaman bermakna.
Stimulus Fenomena Lokal sebagai Asesmen Diagnostik HOTS IPA Terpadu Katarina Herwanti; Saptono Nugrohadi; Stanislaus Christo Petra Nugraha; Dail Umamil Asri
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4121

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi stimulus fenomena lokal sebagai asesmen diagnostik Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran IPA terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Subjek penelitian melibatkan 592 peserta didik pada pembelajaran IPA. Instrumen penelitian berupa asesmen HOTS berbasis stimulus fenomena lokal yang menuntut penalaran inferensial, pemahaman proses, dan klasifikasi konsep. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan capaian HOTS, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui pola pilihan jawaban dan distraktor untuk mengidentifikasi miskonsepsi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mampu menarik inferensi kausal dan memahami proses fenomena alam yang disajikan. Namun demikian, ditemukan miskonsepsi konseptual yang signifikan pada aspek klasifikasi konsep, meskipun pemahaman proses relatif baik. Temuan ini mengindikasikan adanya ketidaksinkronan antara penalaran ilmiah dan pelabelan konsep. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stimulus fenomena lokal efektif digunakan sebagai asesmen diagnostik HOTS IPA terpadu untuk mengungkap capaian penalaran sekaligus miskonsepsi konseptual peserta didik dalam pembelajaran IPA.