Trichoderma spp. are globally considered as the most dominant biofungicide in the market. Reports on Trichoderma spp. efficacy against pathogenic fungi in commercial crops have been numerous, but much less in medicinal plants. This study aimed at testing the potential biofungicidal activity of Trichoderma harzianum in inhibiting the growth of a putatively pathogenic fungus isolated from rodent tuber (Typhonium flagelliforme) plant. The methods consisted of isolation of fungi from the plant’s surface, soil, and polybags. The isolates were then screened for their putative pathogenicity against rodent tuber before being subjected to 16S rRNA molecular identification and in vitro antagonist test using T. harzianum. Result showed that only isolate K4 showed pathogenicity on T. flagelliforme, and was molecularly identified as Lasiodiplodia theobromae, known globally as fungal pathogen attacking various plants. L. theobromae was inhibited by T. harzianum with inhibition index of 23.0 ± 4.3%, which was about twice higher than that of the positive control nystatin 100.000 IU mL (11.1 ± 0.6%). In conclusion, T. harzianum inhibited the growth of L. theobromae in vitro, hence indicating its biofungicidal potential. Trichoderma spp. merupakan biofungisida paling dominan di pasar global. Kemampuan pengendalian menggunakan Trichoderma spp. terhadap kapang patogen pada tanaman komoditas pangan sudah banyak dilaporkan, namun belum banyak untuk tanaman obat. Penelitian ini bertujuan menguji potensi aktivitas biofungisida Trichoderma harzianum dalam menghambat pertumbuhan kapang terduga patogen yang diisolasi dari tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme). Metode penelitian meliputi isolasi kapang dari permukaan tanaman, tanah, dan polibag. Penapisan dilakukan untuk mendapatkan isolat yang berpotensi patogen terhadap keladi tikus, untuk kemudian diidentifikasi secara molekuler menggunakan 16S rRNA dan diuji antagonis in vitro menggunakan T. harzianum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya isolat K4 yang bersifat patogen pada T. flagelliforme dan secara molekuler diidentifikasi sebagai Lasiodiplodia theobromae, yang dikenal sebagai jamur patogen yang menyerang berbagai tanaman. Pertumbuhan L. theobromae dihambat oleh T. harzianum dengan indeks penghambatan 23,0 ± 4,3%, atau dua kali lebih tinggi dari kontrol positif nistatin 100.000 IU mL (11,1 ± 0,6%). Sebagai kesimpulan, T. harzianum menghambat pertumbuhan L. theobromae secara in vitro, yang menunjukkan potensi biofungisidanya.