This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Ronny Walangitan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING PADA PEKERJAAN KOLOM DAN BALOK MEGA TRADE CENTER MANADO Walangitan, Ronny
TEKNO Vol 10, No 57 (2012): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu unsur utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan suatu proyek konstruksi, tapi sering kali penggunaan tenaga kerja yang tidak efektif. Untuk itu pihak majemen harus dapat mengetahui cara-cara untuk mengukur produktivitas tenaga kerja sebelum melakukan upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja.Pengukuran produktivitas tenaga kerja dilakukan terhadap pekerjaan bekisting dan tulangan pada kolom dan balok, dengan mengambil data dilapangan secara acak. Adapun tahapan-tahapan perhitungan yang dilakukan dalam pelaksanaan metode work sampling yaitu : menentukan persentase data produktif, pengujian keseragaman data, menentukan jumlah pengamatan yang diperlukan, menentukan alokasi pemanfaatan waktu dari masing-masing elemen pekerjaan, menentukan interval alokasi pemanfaatan waktu dari setiap elemen pekerjaan dan menghitung waktu baku pekerjaan. Besarnya produktivitasdari tenaga kerja dapat dilihat dari hasil perhitungan waktu baku. Waktu baku adalah waktu yang diselesaikan oleh tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaanya pada kondisi standar. Hasil analisa work sampling menunjukkan besarnya waktu baku untuk pekerjan bekisting pada kolom dan balok adalah 12,697 menit/m2 dan 22,569 menit/m2. Sedangkan untuk pekerjaan tulangan waktu bakunya adalah 0,624 menit/kg untuk kolom dan pada pekerjaan tulangan balok adalah 0,697menit/kg.Kata kunci : produktifitas, tenaga kerja, work sampling
HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) RUMAH REAL ESTATE DITINJAU DENGAN KONSEP TIME VALUE OF MONEY Walangitan, Ronny
TEKNO Vol 10, No 57 (2012): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya dalam membangun rumah pada bisnis real estate, terdapat pinjaman (loan) dari bank atau pihak ketiga yang memberikan tambahan modal buat developer yang tentunya akan dikembalikan dan dikenakan bunga dalam jangka waktu tertentu. Besar pinjaman (loan) yang dikenakan bunga tersebut secara langsung akan mempengaruhi nilai jual rumah tersebut terhadap periode waktu tertentu. Juga tidak dapat dipungkiri bahwa selama masa investasi, terjadi juga inflasi yangmenyebabkan menurunnya nilai uang terhadap waktu. Sehingga perlu diketahui pengaruh bunga pinjaman bank serta kombinasi bunga pinjaman bank dan inflasi. Dalam penelitian ini, bunga pinjaman bank sebesar 13,25% per tahun dan inflasi 10% per tahun. Untuk mengetahui harga jual 1 unit rumah perlu dihitung total biaya yang diperlukan. Kemudian biaya-biaya yang didapatkan selanjutnya dibagi rata ke jumlah unit rumah yang akan dijual. Dengan demikian didapatkan HargaPokok Penjualan (HPP) yang merupakan dasar penentu harga jual rumah agar didapatkan keuntungan yang sesuai dengan perencanaan yang ada. Melalui perhitungan didapatkan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang dipengaruhi oleh bunga pinjaman masa investasi 1 tahun (Rp 403.918.943,91), 2 tahun (Rp 454.589.663,75), 3 tahun (Rp 511.706.002,60), 4 tahun (Rp 576.127.138,12), 5 tahun (Rp 648.829.148,59). Juga Harga Pokok Penjualan (HPP) yang dipengaruhi oleh kombinasi bunga pinjaman dan tingkat inflasi masa investasi 1 tahun (Rp 437.699.653,63), 2 tahun (Rp 536.856.461,23), 3 tahun (Rp660.535.287,19), 4 tahun (Rp 815.105.987,20), 5 tahun (Rp 1.008.629.324,60). Seperti tertera diatas, nilai Harga Pokok Penjualan yang dipengaruhi oleh bunga pinjaman lebih kecil dari Harga Pokok Penjualan yang dipengaruhi oleh kombinasi bunga pinjaman dan inflasi. Sehingga dalam penentuan harga jual rumah harus memperhatikan Harga Pokok Penjualan yang ada agar tidak mengalami kerugian dalam bisnis real estate.Kata kunci : investasi, bunga pinjaman, inflasi, harga pokok penjualan