Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TOMUBA Sajian Karya Seni Toleat dan Musik Bambu Whayan Christiana; Teguh Gumilar
PANGGUNG Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.76 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.2056

Abstract

Judul penciptaan karya seni adalah Tomuba yaitu singkatan dari Toleat dan Musik Bambu. Karya ini merupakaan bentuk karya seni musik bambu dengan mengusung instrumen toleat sebagai media utamanya. Kekuatan timbre dari alat musik Toleat akan dijadikan sebagai sumber ide penciptaan. Karya ini menyajikan nuansa yang menceritakan tentang perubahan fungsi toleat pada masyarakat Subang dari yang awalnya sebagai kalangenan menjadi pintonan. Struktur karya terdiri dari 2 bagian, meliputi bagian A dan bagian B. Metode penciptaan karya seni ini meliputi proses observasi, eksplorasi dan eksperimentasi. Karya TOMUBA ini diharapkan dapat memberikan temuan dan solusi dalam bentuk karya seni sebagai sarana untuk bisa memperkenalkan instrumen khas Subang yaitu toleat dan menjadikan sarana promosi untuk prodi Angklung dan Musik Bambu. Sebagai tawaran bentuk karya seni musik bambu untuk dijadikan sebagai model penciptaan karya seni musik bambu. Kesimpulan karya ini adalah menyajikan kemasan karya baru yaitu ansambel toleat dengan instrumen musik bambu lainnya.Kata kunci: Tomuba, musik bambu, toleat, penciptaan, kalangenan, pintonan
KOMPOSISI MUSIK BAMBU KIDUNG SYAHADAT SRI Teguh Gumilar; A Esza Padil
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 15, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sorai.v15i1.4363

Abstract

Kidung Syahadat Sri is a musical work inspired by the mipit pare procession of Cidadap Village, Pagaden Barat Subang Subang. This work goes through two stages, namely exploration and observation, where in each stage or activity mipit pare is translated into a musical work that is worked on through the media that has been explored, in the mipit pare activity there are ritual prayers that are worked out into a song. In this work, the author also uses several motif developments including interlocking, interplacing, repetition, and liking. In addition, the author also uses several musical elements in this work, namely dynamics and tempo.
Kajian Musikologis Terhadap Komposisi Musik Angklung Toel dan Maqam Hijaz Teguh Gumilar; Rendi Alhusaini
PROMUSIKA Vol 11, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v11i1.9202

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menunjukan komposisi musik yang menggunakan konsep musik islam dengan kaya fungky.  Maqam hijaz merupakah salah satu dari tujuh irama seni membaca Al-Qur’an yang terdapat pada sumber yang dikaji. Hijaz dalam irama memiliki makna doa, panggilan, dan mengingat-ingat sesuatu. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah pengembangan dasar dari tangga nada maqam hijaz ke dalam bentuk karya musik dengan penggabungan antara dua jenis musik, yaitu musik Timur Tengah, dan musik gaya funky. Karya angklung toel dan maqam hijaz, diketahui bahwa karya musik ini dapat menciptakan suatu hal baru dalam pengkolaborasian antara musik Timur Tengah dan musik gaya funky sebagai pengembangannya, dan diwarnai dengan progresi-progresi akornya yang terdapat pada karya ini. Gaya seni membaca Al-Qur’an dapat dikembangkan atau diaplikasikan ke dalam bentuk karya musik bambu.AbstractMusicological Study of Angklung Toel and Maqam Hijaz Music Composition. This study aims to show a musical composition that uses the concept of Islamic music with a funky richness. Maqam Hijaz is one of the seven rhythms of the art of reading the Qur'an found in the sources studied. Hijaz, in rhythm, has the meaning of prayer, calling, and remembering something. The method used in creating this work is the essential development of the Maqam Hijaz scales into the form of musical works by combining two types of music, namely Middle Eastern music and funky style music. The results of the musical works that have been made show that this work can create something new in the collaboration between Middle Eastern music and funky style music as its development, and is coloured by the chord progressions found in this rich. The art style of reading the Qur'an can be developed or applied as bamboo musical works.Keywords: Maqam, Hijaz, Music, Bamboo
PENDAMPINGAN MAHASISWA PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DALAM UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN LITERASI DAN NUMERASI Teguh Gumilar
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v2i1.888

Abstract

Kegiatan pengabdian ini mengenai pendampingan mahasiswa program Kampus Mengajar dalam upaya peningkatan pembelajaran literasi dan numerasi yang dilaksanakan di SDN Dukuh 1 Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang. SDN Dukuh 1 merupakan sekolah sasaran program Kampus Mengajar Angkatan 3 yang memiliki permasalahan diantaranya adalah pembelajaran yang terdampak pandemi Covid-19, kurangnya guru dan staf administrasi, kurangnya sarana dan prasarana dan masih minimnya media pembelajaran. Kampus Mengajar salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan yaitu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek. Program ini melibatkan mahasiswa yang turun langsung melaksanakan kegiatan di sekolah yang didampingi oleh guru pamong sekolah dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Hasil program literasi dan numerasi yang sudah dilaksanakan mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang dapat dilihat berdasarkan hasil pre-test dan post-test AKM kelas. Adanya program kampus mengajar juga dapat memberikan perubahan yang baik bagi siswa, pihak sekolah dan mahasiswa.
Kajian Materi Pendidikan Seni Musik Angklung Teguh Gumilar
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6204

Abstract

Angklung music education material has a variety of types that are adapted to the level of education and availability of angklung musical instruments. This research is about angklung music education material which is applied in non-formal learning and formal learning at elementary, middle school, high school and college levels. The aim of the research is to describe the educational material for the art of angklung music. The method used is the method in this article using library research, namely a method of collecting data by understanding and studying theories from various literature related to the research. The results of the research show that educational materials have different terms but have the same meaning, such as the terms teaching materials, learning materials, teaching materials and learning materials. The angklung music education material that is applied has benefits in students' musical intelligence, numeracy, love of local culture, and angklung playing skills.
Analyzing aesthetics in the song "Golden Hour" by JVKE: A theoretical exploration Teguh Gumilar; Andhita Zahrany Putri
Interlude: Indonesian Journal of Music Research, Development, and Technology Vol 2, No 2 (2023): Interlude: May 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/interlude.v2i2.70439

Abstract

Aesthetics is a very common term. Everyone has their views because their tastes are clearly different. Aesthetics itself is the concept and principle of beauty. Beauty is a relative thing. Therefore, aesthetic views are measured through aesthetic parameters. This analysis uses a qualitative approach with the case study method. This case study is intended to find out the meaning of the song "Golden Hour" by JVKE, and the subject of this analysis is the lyrics and the music itself. The song has quite a unique character and is suitable for analysis or dissecting so that the intent of the work's creator can be conveyed. Aesthetics is the study of principles and laws that define beauty. It involves various meanings influenced by human perceptions and inherent values. This study examines the correlation between aesthetics and music, focusing on how the beauty of music communicates the feelings and sentiments of the artist to the listener. The value of beauty is decided by the perspectives of the appreciators who act as judges of the work, even though beauty itself is subjective. Therefore, aesthetics is considered to be a conceptual idea that needs concreteness. The objective of this research is to examine the song "Golden Hour" by JVKE using a technical approach, emphasizing how the musical beauty of the song influences important components of judgement, such as meaning, interpretation, expressiveness, and aesthetic qualities. Aesthetic metrics are employed to assess the levels of aesthetic quality, recognizing the subjective nature of these evaluations. Assessments can be classified into autonomic and heteronomic perspectives. A comprehensive comprehension of diverse musical components such as rhythm, melody, harmony, tempo, dynamics, and others is needed to fulfill the requirements for an aesthetic assessment of a song. The soul's destiny is intricately connected to aesthetic truths; a piece of artwork, despite its seeming materiality, depends on the act of observation and the experience of pleasure.
TOMUBA Sajian Karya Seni Toleat dan Musik Bambu Whayan Christiana; Teguh Gumilar
PANGGUNG Vol 32 No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.2056

Abstract

Judul penciptaan karya seni adalah Tomuba yaitu singkatan dari Toleat dan Musik Bambu. Karya ini merupakaan bentuk karya seni musik bambu dengan mengusung instrumen toleat sebagai media utamanya. Kekuatan timbre dari alat musik Toleat akan dijadikan sebagai sumber ide penciptaan. Karya ini menyajikan nuansa yang menceritakan tentang perubahan fungsi toleat pada masyarakat Subang dari yang awalnya sebagai kalangenan menjadi pintonan. Struktur karya terdiri dari 2 bagian, meliputi bagian A dan bagian B. Metode penciptaan karya seni ini meliputi proses observasi, eksplorasi dan eksperimentasi. Karya TOMUBA ini diharapkan dapat memberikan temuan dan solusi dalam bentuk karya seni sebagai sarana untuk bisa memperkenalkan instrumen khas Subang yaitu toleat dan menjadikan sarana promosi untuk prodi Angklung dan Musik Bambu. Sebagai tawaran bentuk karya seni musik bambu untuk dijadikan sebagai model penciptaan karya seni musik bambu. Kesimpulan karya ini adalah menyajikan kemasan karya baru yaitu ansambel toleat dengan instrumen musik bambu lainnya.Kata kunci: Tomuba, musik bambu, toleat, penciptaan, kalangenan, pintonan
Implementasi Metode Hand Sign Pada Pembelajaran Musik Angklung di SDN Tarunakarya Teguh Gumilar
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v7i2.4918

Abstract

Metode hand sign Kodaly dianggap cukup efektif dalam proses pembelajaran musik angklung di SDN Tarunakarya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi metode hand sign pada proses pembelajaran musik angklung. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus dengan tujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena yang menjadi objek penelitian yaitu metode hand sign pada pembelajaran musik angklung. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 serta pelatih angklung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi metode hand sign pada proses pembelajaran musik angklung di SDN Tarunakarya lebih efektif dibandingkan dengan metode membaca notasi angka. Siswa lebih cepat memahami nada yang harus dimainkan oleh angklung pada lagu-lagu yang dipelajari.