Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) B41110014, AYU UMYANA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap luas pengungkapan corporate social responsibility (CSR) . Profitabilitas diukur dari Net Profit Margin yang dihasilkan perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan diukur dari besarnya total aktiva yang dimiliki perusahaan. Populasi dari penelitian ini adalah 45 perusahaan pada sektor property dan real estate yang terdaftar di BEI pada tahun 2012. Dengan metode purposive sampling diperoleh sebanyak 32 perusahaan dengan sumber data berupa laporan tahunan yang dikeluarkan oleh masing-masing perusahaan. Analisis data dilakukan dengan metode content analysis. Pengolahan data dilakukan dengan uji asumsi klasik, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan secara simultan mempengaruhi luas pengungkapan CSR dengan nilai koofisien determinasi sebesar 28,1%. Sedangkan secara parsial, profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan CSR.   Kata Kunci: Corporate Social Responsibility (CSR), Profitabilitas, Ukuran perusahaan.
PERTUMBUHAN NON PERFORMING LOANS BANK SEBAGAI DAMPAK ADANYA KEBIJAKAN PEMBATASAN AKTIVITAS SOSIAL Ayu Umyana
Ekspansi: Jurnal Ekonomi, Keuangan, Perbankan, dan Akuntansi Vol 14 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ekspansi.v14i1.3479

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis tingkat pertumbuhan Non Performing Loan yaitu rasio yang mengukur tingkat kredit bermasalah pada perusahaan perbankan dan sektor keuangan selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini akan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif berdasarkan data sekunder berupa laporan keuangan kuartalan dari masing-masing perusahaan. Sementara itu, untuk menjawab hipotesis yang diajukan penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk mengukur normalitas data dan Uji Wilcoxon untuk pengujian hipotesis. Kesimpulan yang dapat dijelaskan dari penelitian ini bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan Non Performing Loans pada perusahaan perbankan sesaat sebelum dan sesudah terjadinya terjadinya pembatasan aktivitas sosial pada masa pandemi COVID-19. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak mengindikasikan adanya respon negatif (buruk). Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata pertumbuhan NPL dari kedua event tersebut (sebelum dan sesudah) yang masing-masing berkisar pada angka 2,17% dan 1,78%. Kedua nilai tersebut masih berada dalam batas toleransi yang disebutkan didalam Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum oleh Bank Indonesia yaitu dibawah 5% yang artinya pertumbuhan NPL setelah diberlakukannya kebijakan pembatasan aktivitas sosial jauh lebih baik daripada sebelum kebijakan tersebut diberlakukan. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh adanya kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah berkaitan dengan penanganan dampak COVID-19 untuk sektor perbankan dan keuangan yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 yang mengatur adanya skema restrukturisasi kredit kepada debitur yang terdampak baik untuk skala perorangan, UMKM, hingga korporasi.
Pengaruh Suku Bunga, Risiko Kredit, dan Likuiditas terhadap Profitabilitas Bank Digital dengan Pertumbuhan Kredit sebagai Variabel Moderasi Tahun 2021–2024 Dela Sagita; Reza Pahlevi; Ayu Umyana
Akuntansi Vol. 5 No. 3 (2026): September : Jurnal Riset Ilmu Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/akuntansi.v5i3.3317

Abstract

The development of digital banks in Indonesia has not yet been fully accompanied by an adequate understanding of the variables that determine their profitability. This study is designed to examine the extent to which interest rates, credit risk, and liquidity influence the profitability of digital banks, while also evaluating the role of credit growth as a moderating variable in this relationship. A quantitative approach using panel-based secondary data was employed, sourced from the quarterly financial reports of five digital banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) over the 2021–2024 period. The results indicate that interest rates and liquidity have a significant positive effect, while credit risk does not. Credit growth moderates this relationship by weakening the impact of interest rates, mitigating the negative effects of credit risk, and strengthening the influence of liquidity. These findings confirm that the management of liquidity, interest rates, and credit expansion are strategic factors in enhancing the profitability of digital banks.