This Author published in this journals
All Journal JURNAL WALENNAE
Dwi Kurnia Sandy
Alumnus Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERMASALAHAN SHIPWRECK SISA PERANG DUNIA II DI PERAIRAN INDONESIA Dwi Kurnia Sandy; Salma Fitri Kusumastuti; Ade Wulan Fitriana; Fatom Ahmad
WalennaE Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/wln.v20i1.495

Abstract

Indonesia has various kinds of underwater archaeology remains as well as from the outbreak of World War II. Most of them are shipwreck, and also several aircraft and tanks of Japan and the allies. The remains now left us some problems such as unclear regulation, the difference of inventory and database, many research which do not continue to the application, and excessive attention to the shipwreck than the other remains. The problems mentioned above, are chosen by the writers regarding the investigation news about the missing of World War II shipwrecks in the Java Sea reported by the online platform, Tirto.id. From that case, we try to find more resources from books, journals, news, and government regulations, then discuss them from the point of view of archaeology. We realized that these problems are not the responsibility of one institution only. Some of the suggestions mentioned in this paper, and we hope the sustainability of World War II underwater remains in Indonesia will be still safe.     Indonesia memiliki tinggalan arkeologi bawah air dan diantaranya berasal dari sisa-sisa Perang Dunia II. Sebagian besar temuan berupa kapal, baik milik Jepang maupun sekutu. Sisanya ditemukan pula bangkai pesawat dan juga tank. Saat ini, adanya tinggalan di bawah air tersebut tidak luput dari berbagai permasalahan. Masalah-masalah yang masih melekat pada tinggalan ini diantaranya peraturan yang saling tumpang tindih, perbedaan data inventarisasi shipwreck, penelitian yang tidak berlanjut pada pemanfaatan, dan beragamnya tinggalan bawah air Indonesia, namun baru shipwreck yang menjadi perhatian. Pembahasan beberapa masalah ini didasari oleh keresahan penulis atas hilangnya beberapa bangkai kapal tinggalan Perang Dunia II di Laut Jawa. Dari kasus tersebut penulis mengumpulkan berbagai data pustaka terkait, baik cetak maupun elektronik dan membahasnya dari sudut pandang arkeologi. Penulis menyadari bahwa keadaan ini bukan hanya tanggungjawab satu instansi semata. Beberapa saran juga kami cantumkan melalui tulisan ini dengan harapan keberadaan tinggalan dari masa Perang Dunia II di Indonesia dapat lestari dan tidak lagi jatuh ke tangan yang salah.