Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengawasan Tubuh Perempuan dan Legitimasi Kewajaran dalamPraktik Sirompak Yolla Purnma Sari, S.Sn, Yolla; Suryajaya, S.S., M.Hum., Dr. Martin; Gumira Ajidarma, S.Sn., M.Hum, Dr. Seno Gumira Ajidarma, S.Sn., M.Hum
Profilm Jurnal Ilmiah Ilmu Perfilman dan Pertelevisian Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 1 - Maret 2026
Publisher : Akademi Komunikasi SAE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56849/jpf.v5i1.121

Abstract

Penelitian ini membedah praktik Sirompak dalam bingkai pengawasan terhadap tubuh perempuan di dalam struktur adat Minangkabau. Alih-alih memandang Sirompak sekadar sebagai ritual magis atau tradisi usang, studi ini menempatkannya sebagai bagian dari mekanisme kontrol berlapis yang mendapat legitimasi dari konsensus adat. Melalui pendekatan kualitatif dengan perspektif kajian budaya dan antropologi sosial, dianalisis bagaimana relasi antara sumbang duo baleh, struktur formal adat, serta regulasi sosial bekerja menciptakan reproduksi ketakutan simbolik dalam narasi kolektif masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengawasan terhadap tubuh perempuan tidakhanya terjadi melalui pembiasaan norma dan sanksi sosial, tetapi juga lewat jalinan legitimasi adat-agama serta ancaman simbolik yang laten. Dalam konteks ini, Sirompak berfungsi sebagai "gejala batas" yang mengaktifkan dimensi ekstrem sistem sosial saat norma dianggap telah dilanggar. Pada akhirnya, praktik ini memperlihatkan bagaimana budaya dapat bekerja sebagai teknologi sosial yang menjaga keteraturan melalui trauma simbolik dan efek afektif yang diwariskan secara turun-temurun.
PENERAPAN TEKSTUR TANAMAN PELINDUNG DI RUANG URBAN DALAM KARYA ILUSTRASI DIGITAL DENGAN APLIKASI PROCREATE Dewi Sari Astuti; Martin Suryajaya; Yola Yulfianti
Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Dinamika Sosial dan Sains
Publisher : CV.Sentral Bisnis Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jdss.v2i8.225

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan tekstur tanaman pelindung di ruang urban ke dalam bentuk karya seni rupa dengan bantuan teknologi berupa aplikasi Procreate. Aplikasi tersebut dirancang untuk membuat karya seni dalam bentuk digital. Observasi terhadap tanaman pelindung dilakukan secara langsung dengan mengamati warna dan tekstur pada detail tanaman. Tanaman pelindung yang dipilih adalah pohon trembesi dengan lokasi penanaman di sepanjang Jalan Sangego Bayur, Kota Tengerang, tepatnya jalan di sisi sungai Cisadane. Pendekatan yang dilakukan adalah art-based research atau penelitian artistik. Peneliti berbasis seni atau penelitian artistik diharapkan mampu mengambil sikap kritis dalam mempertanyakan ide yang berasal dari praktik artistik secara kreatif dan mampu menghadapi isu yang dapat dibuat secara harfiah ataupun metafora Dalam hal ini, proses artistik dilakukan dengan menerapkan tekstur pada pohon trembesi ke dalam karya ilstrasi digital dengan aplikasi berbasis raster (bitmap), yaitu Procreate. Praktik artistik yang dilakukan seniman dapat menemukan hal-hal baru yang akan memperkaya cara pandang terhadap suatu hal. Melalui karya ilustrasi digital tentang tekstur pohon trembesi diharapkan mampu meningkatkan rasa cinta terhadap tanaman pelindung yang ada di ruang urban supaya tetap lestari.
Mapping the Evolution of Motifs in Indonesian Literature 1918-2025 Using Distant Reading Martin Suryajaya; Hilmar Farid; Citra Smara Dewi
POETIKA Vol 14, No 1 (2026): Issue 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/poetika.v14i1.111609

Abstract

This study presents a comprehensive overview of a century of Indonesian poetry, short stories, and novels in terms of the development of literary motifs, namely a series of words that are repeatedly deployed and serve as the formal basis of the theme. This study aims to address the scarcity in the scholarship of motifs in Indonesian literature over the long term by aiming to present a diachronic analysis of the changing meaning associations of the most frequently appearing motifs in Indonesian poetry and prose over the past century. This very broad scope does not hinder the analysis because this study uses digital humanities approach, specifically Franco Moretti's distant reading, which is a computational analysis of the statistics of word occurrences based on a digitized literary corpus. This paper analyzes a corpus of 193 award-winning or critically acclaimed Indonesian poetry and prose books (novels and short stories) published between 1918 and 2025, divided into 10 periods, each covering 11 years (with the exception of the final period, 2017-2025, which spanned 9 years). This paper addresses the following research question: is there a pattern underlying the evolution of motifs in Indonesian poetry and prose from 1918 to 2025? The findings of this study are: (1) there is a trend of increasing lexical diversity in Indonesian literature, (2) a number of words that are central motifs in Indonesian literature have experienced changes in their meaning associations to become more abstract, and (3) there are stylistic similarities between works based on similarities in motifs across periods.