p-Index From 2021 - 2026
1.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Filsafat
Editor Jurnal Filsafat
Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

[JF] Pengantar Redaksi Vol. 32 No. 1 Februari 2022 Editor Jurnal Filsafat
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 32, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.75281

Abstract

Pembaca yang Budiman,Dewan Redaksi Jurnal Filsafat sedang melakukan langkah perubahan strategis setelah memperoleh kembali Akreditasi Nasional Peringkat Sinta 2, yakni melakukan peningkatan mutu naskah jurnal. Salah satu indikatornya adalah menyelaraskan manuskrip dalam bentuk Bahasa Inggris untuk menjalin komunikasi dan memberikan kontribusi ilmiah dalam skala internasional. Melalui perubahan strategis ini, Jurnal Filsafat berkomitmen secara sungguh-sungguh meningkatkan kapasitasnya untuk meraih Akreditasi Peringkat Sinta 1.Pada Edisi 32 Nomor 1 Februari 2022, Jurnal Filsafat menampilkan enam artikel dengan jumlah penulis sepuluh orang. Tiga artikel dalam Bahasa Indonesia dan tiga artikel dalam Bahasa Inggris. Melalui strategi baru ini, harapan kami, Jurnal Filsafat mulai secara konsisten melakukan peralihan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, sehingga ruang diskusi ilmiah-filosofis dengan berbagai filsuf, pemikir, dan penulis di seluruh dunia, dapat terbuka lebih luas. Penulis pertama, Martin Suryajaya, menyajikan artikel berjudul “Asal-Usul Pemikiran tentang Sekularisme di Abad Pertengahan”. Suryajaya berusaha melacak asal-usul wacana sekularisme dalam filsafat politik Abad Pertengahan, khususnya dalam pemikiran Dante Alighieri, Marsilius Padua dan William Ockham. Suryajaya memeriksa respons terhadap kekuasaan mutlak gereja namun secara bersamaan melihat terdapat benih-benih sekularisme dalam pemikiran William Ockham. Dante dan Marsilius Padua justru mengklaim bahwa otoritas religius dikandung dalam otoritas sekuler. Hasil pembacaan Suryajaya ialah membedakan model sekularisme modern dengan abad pertengahan.Artikel kedua, bertajuk “To Believe in Historical Progress: On Axel Honneth’s Normative Grounding of Critique” ditulis oleh Min Seong Kim. Kim mengupas secara kritis teori kritis Axel Honneth yang digunakan untuk melampaui rasionalitas komunikatif Habermas dengan cara melibatkan kritik imanen yang kuat untuk menjamin adanya dasar normatif kritik tanpa mengandalkan prinsip-prinsip transenden atau transhistoris. Uniknya, Min memberikan contoh praktikal tentang kritik atas konsepsi Pancasila secara historis bahwa ada kemungkinan Pancasila dapat ditinjau dan dikritisi ulang pada dimensi normatif dan transformatifnya. Min memberikan catatan kritis bahwa tentang keberhasilan strateginya untuk membumikan normativitas teori kritis antar generasi.Penulis selanjutnya, Qusthan Abqary Hisan Firdaus, dengan penuh semangat memaparkan artikel berjudul “What Is This Thing Called Adat Logic?”. Firdaus menawarkan menginvestigasi kemungkinan logika adat, keragamannya, dan sebuah dasar pijakan melalui dua contoh adat logika Jawa dan logika Minangkabau. Hal yang menarik dari artikel ini adalah membawa kata ‘logika adat’ dengan mendekati ide tentang dialetheia di dalam logika modern, tetapi berusaha membuktikan bukan sebagai sub-divisi dari dialetheia itu sendiri. Artikel ini masih membuka diskusi lebih lanjut tentang, apa yang dinamakan dengan logika adat? Meskipun demikian, Firdaus telah memberikan notasi dari sebuah logika adat yang khusus ke dalam notasi umum seputar logika adat.Robertus Wijanarko dan Valentinus Saeng menulis artikel berjudul “Human Beings and Social Structure in Frantz Fanon’s Philosophical Thought”. Artikel ini mengkritisi ulang gagasan Frantz Fanon tentang gagasan humanisme kolonial yang diskriminatif dan eksklusif. Membersamai teori poskolonial, Wijanarko dan Saeng, menelusuri bahwa konsep humanisme baru Fanon ini menyuguhkan sebuah wacana teoretis dalam mengembangkan pemikiran humanisme Indonesia yang inklusif secara eksistensial terlebih lagi wacana Poskolonial di Indonesia sedang mendapatkan perhatian publik akhir-akhir ini.Artikel kelima berjudul, “Realisme Perspektival Edmund Husserl: Rekonstruksi Metafisik terhadap Teori Intensionalitas” karya Taufiqurrahman. Karya ini membawa alternatif pendekatan di antara perdebatan besar posisi metafisik Edmund Husserl. Justru, Taufiqurrahman berfokus pada rekonstruksi metafisik terhadap teori intensionalitas Edmund. Dalam penelitian ini Taufiqurrahman menyimpulkan empat poin, tentang intensionalitas kesadaran terhadap objek yang termediasi oleh makna; objek intensi yang sifatnya transenden dan independen dari kesadaran; perspektif yang menyituasikan intensi; serta mengategorikan intensionalitas Husserl sebagai versi realisme perspektival.Artikel terakhir sebagai sebuah renungan filosofis Untara Simon, Datu Hendrawan, dan Antonius Yuniarto yang berjudul “Subjek Pasca Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Filsafat Politik Michel Foucault”. Artikel ini menggunakan pendekatan filsafat politik Michel Foucault. Salah satu temuannya adalah selama masa pandemi Covid-19, terdapat strategi kuasa terhadap individu yang dilakukan untuk mencapai tujuan politik komunitas/masyarakat yang dianggap lebih penting daripada tujuan pribadi individual. Simon, Hendrawan, dan Yuniarto mengkritisi bahwa perlu adanya sikap yang terbuka ketika subjektivitas sedang terobang-ambing dalam berbagai arus, salah satunya kontrol politik yang ketat.Mengakhiri kata pengantar ini, atas nama Dewan Redaksi Jurnal Filsafat, kami menghaturkan terimakasih kepada para penulis, reviewer, editor dan staf redaksi yang telah berkontribusi dalam edisi ini. Kepada para pembaca selamat membaca dan menikmati setiap artikel pada edisi ini ! Yogyakarta, 20 Februari 2022Salam Hormat,Dewan Redaksi
[JF] Pengantar Redaksi Vol 32 No 2 Agustus 2022 Editor Jurnal Filsafat
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 32, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.79293

Abstract

 
Indeks Volume 32 Tahun 2022 Editor Jurnal Filsafat
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 32, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.79294

Abstract

INDEKS SUBJEK JURNAL FILSAFAT Volume 24, Tahun 2014 Editor Jurnal Filsafat
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 24, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.79662

Abstract

INDEKS SUBJEKJURNAL FILSAFAT Volume 24, Tahun 2014
[JF] PENGANTAR REDAKSI VOL 24 NO 2 AGUSTUS 2014 Editor Jurnal Filsafat
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 24, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.79663

Abstract

[JF] Preface Jurnal Filsafat Vol 33 No 1 February 2023 Editor Jurnal Filsafat; Editor Jurnal Filsafat
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 33, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.82647

Abstract

[JF] Preface Jurnal Filsafat Vol 33 No 2 August 2023 Editor Jurnal Filsafat
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 33, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.88499

Abstract

[JF] Index Jurnal Filsafat Volume 33 2023 Editor Jurnal Filsafat
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 33, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.88500

Abstract